Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

Terima Kasih

Putus asa. Ya, aku mulai putus asa. Harapanku mulai padam. Saat pagi hari tanggal 25 Mei, harapanku sirna. “dia sudah melupakannya. Ya, maklum saja dia sudah semakin tua,” batinku berkata hanya untuk menghiburku. Tapi, siang itu, saat aku sudah melupakan keputus asaanku, dia menghubungiku. Aku lihat layar ponselku dan tertera nama dia, Bapak. “jangan-jangan ibu udah bilang kalau aku lagi enggak di rumah,” ujarku dalam hati. Untuk menjawab pertanyaanku, aku segera mengangkat panggilan dia. Aku sungguh tidak menyangka, dia akan mengingatnya. Mengingat hari saat aku dilahirkan. “Bapak cuma mau ngucapin selamat ulang tahun,” katanya lirih, mataku pun langsung berkaca-kaca. “Semoga menjadi tambah dewasa,” “Jaga mama sama adek kamu baik-baik, cuma kamu yang bisa bapak andelin,” air mataku menetes mendengar kata-katanya. “Kamu kan dari lahir udah bapak sering tinggal, jadi kamu harus kuat. Bapak juga sebenernya enggak mau ninggalin kamu, mama, sama adek kamu tapi mau...