Entrok (bra). Benda sederhana yang diperkenalkan pertama kali pada tahun 1889 di Prancis. Benda yang awalnya digunakan sebagai fashion pada zaman perang dunia, menjadi ide awal dan juga judul novel ini. Okky Madasari menulisnya dengan apik dan sederhana. Sebenarnya, ini adalah novel ke-2 karya Okky yang Mei baca. Novel pertama yang Mei baca berjudul Pasung Jiwa . Penarasan karena Mei merasa "ditipu" menganggap penulisnya itu laki-laki, membuat Mei mau membaca novel nya yg lain. Novel ini diawali dengan sebuah akibat dari kisah dulu. Kemudian dilanjutkan dengan kisah-kisah penyebabnya. Sumarni (Marni) kecil menginginkan benda untuk menyokong dadanya yang mulai tumbuh, entrok. Namun, keadaan keluarga yang serba kekurangan dan sudah ditinggalkan sang ayah ke alam baka membuat entrok menjadi benda yang mahal apalagi di daerah terpencil seperti Singget. Sadar akan ketidakmampuan ibunya membelikan entrok untuknya, ia pun bekerja di pasar sebagai bu...
Photos by @james_trevino Dari data Perpustakaan Nasional tahun 2017, frekuensi membaca orang Indonesia rata-rata hanya tiga sampai empat kali per minggu. Sementara jumlah buku yang dibaca rata-rata hanya lima hingga sembilan buku per tahun. Tentu tidak mengherankan jika sebuah studi "Most Literred Nation in the world 2016", menghasilkan pernyataan bahwa Indonesia menempati urutan ke-60 dari 61 negara tentang minat baca. Hal itu bukanlah hal yang membanggakan. Banyak dampak negatif dari rendahnya minat baca orang Indonesia. Kemunculan pemberitaan palsu ( hoax ) menjadi salah satu dampak nyata. Hal ini juga diungkapkan dalam Perayaan Hari Kebebasan Pers Dunia 2017 dengan tajuk " Critical Minds for Critical Times: Media's Role in Advancing Peaceful, Just and Inclusive Societies " . Lalu, Mengapa hal ini masih bisa terjadi? Dan siapakah yang harus disalahkan? Buku Berkualitas Mahal Banyak orang setuju bahwa s...