Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Coretan di kala tengah malam

23:59. Yups! Jam yang ada di pojok kanan bawah laptopku menunjukkan angka tersebut saat aku mengetik angka "2". Tidak terdengar suara jam yang berdetak, tidak juga terdengar suara cicak yang sedang berebut makanan. Sunyi. Suara yang dengan setia menemaniku hanya suara bising fan lepi ditemani dengan suara serangga, entah apa nama serangga tersebut. Di tengah malam ini, hati kecil ini mulai berteriak, tubuh ini mulai menyanyikan nyanyian kepedihan. Aku mencoba untuk menutup mata dan telinga, tidak mau melihat dan mendengar apa yang sedang aku rasakan sekarang. Mengapa kali ini aku kesulitan untuk melakukan hal itu? Padahal, aku sudah terbiasa untuk mematikan saklar kejujuran terhadap diri sendiri. Baik, aku akui. Aku akui bahwa kali ini aku memang tersiksa hingga membuatku sulit untuk memejamkan mata. Tersiksa akan kekhawatiran yang akan terjadi nanti. Nanti adalah saat aku memeriksakan tubuh ini. Tubuh yang kian hari kian mengurus. Tubuh yang kian hari kian tidak bertenag...

Miss Invisible

Entah mengapa, akhir-akhir ini lagi suka banget denger lagu Miss Invisible by Marie Digby. Pertama kali denger sih, versi Taylor Swift. Mau versi siapa pun atau siapa pun yang menyanyikan, nggak masalah bagi ane karena ane tetep suka ^_^. Ini liriknya :'-) Siap-siap tissue... -Miss Invisible- There's a girl Who sits under the bleachers Just another day eating alone And though she smiles There is something just hiding And she cant' find a way to relate She just goes unnoticed As the crowd passes by And she'll pretend to be busy When inside she just wants to cry She'll say... [Chorus] Take a little look at the life of Miss Always Invisible Look a little harder, I really really want you to put yourself in her shoes Take another look at the face of Miss Always Invisible Look a little closer and maybe then you will see why she waits for the day When you'll ask her her name The beginning, in the first weeks of class She d...

Jangan Mengeluh

Enggak kerasa, satu tahun lagi, ane lulus kuliah a.k.a wisuda. Mmm... Kayaknya baru kemari, deh, anak TKJ2 ngomongin tentang rencana setelah lulus SMK. Bumi terus berputar sehingga membuat ane lupa akan waktu yang terus berlalu. Seiring semakin dekatnya, hari yang ane nantikan itu, semakin besar desakkan dari orang tua ane, biar ane lanjutin sekolah lagi. Ane tau, ane nanti cuma lulusan d3. Tapi, enggak bolehkah ane merasakan dunia kerja dulu?  "Lin, mumpung bapak masih punya tenaga buat kerja, ya kamu itu sekolah lagi. Bapak enggak mau kamu ngerasain omelan dari atasan," begitu kata ayah saat ane ngambek enggak mau ngelanjutin. Justru karena itu, ane mau kerja dulu. Mau ngerasain dulu 'enggak enaknya' diomelin orang lain. Ane butuh motivasi itu. "Ya, udah lah, Mei. Mumpung ada kesempatan, lanjutin sekolah lagi aja. Kalau Nda bisa milih pun, Nda bakal milih lanjutin sekolah," tanggapan Linda, saat ane cerita tentang hal ini. Okay. Udah d...

Tulisan Tidak Berguna1

Sabtu ini, matahari tidak begitu panas menyengat. Tanah pun masih basah bekas hujan semalam. Seharusnya, ini akan menjadi hari yang menyenangkan untuk berjalan-jalan atau sekedar memanjakan mata dengan melihat orang-orang yang lewat, siapa tau ada pangeran berkuda putih lewat. Loh?! Entah ada apa dengan diri ane hari ini. Mau ngedit, nggak ada mood. Mau nulis cerita, pikiran lagi mentok. Mau nyelesein buku yang lagi dibaca, males.  Alhasil, cuma bisa bikin tulisan yang nggak berguna ini. Apa lagi ada masalah? Ah! Nggak juga. Atau lagi ada hal yang dipikirin? Nah, kalo ini mah, bbbbaaannnnyyyyaaaakkkk bbbbbaaaaannnnnggggeeeeetttttt. Udah, ah! Kapan-kapan aja, ane nulis tentang hal-hal yang ane pikirin. Sekarang ane mau pergi dulu, mau ngembaliin mood ane, tentu dengan ngeliat senyumnya si teroris kecil Faisa. :D

Culcas

Bergeming, berdiam, dan mencoba menyelami masa lalu. (cie...Lagi belajar sastra nih). Cling! Tiba-tiba lampu di atas kepala ane menyala terang bersamaan dengan teringatnya suatu kenangan saat masa SMP. SMP? Iya. SMP. Ane kan juga pernah muda. Suasana kelas 9.1 menjadi ramai bagaikan anak ayam kehilangan induknya. Berisik, ribut, dan ribet, seakan-akan ingin mengalahkan kesibukkan yang terjadi di pasar. Apakah yang menyebabkan kelas 9.1 sibuk? (intonasi host singlet). Ternyata eh ternyata. Anak kelas 9.1 bakal ngelaksanain ujian bahasa Inggris tentang comparition degress. (semoga bener tulisannya). Bu Murti, guru bahasa Inggris ane saat itu, mulai menggambar dan memberi penjelasan tentang gambar di papan tulis. Ada 3 gambar yang ia gambar yaitu, kipas angin, kulkas, dan tipi. Tidak lupa juga, beserta harga ia cantumkan persis seperti benda yang diobral. 15 menit 30 menit 1 jam Waktu untuk mengerjakan ujian pun berakhir. "Diar, gimana tadi ujiannya? bisa...

Terserang Cacar

Cacar. Pada umumnya, penyakit ini menjangkit anak-anak. Namun, hal ini berbeda bagi ane. Ane terjangkit cacar saat kelas 2 SMK (udah bangkotan, baru kena cacar). Mungkin ini adalah karma soalnya ane biasa ngomong gini ke Kety. "Mei dong, nggak pernah kena cacar. Daya tahan tubuh mei kan kuat," Alhasil, ane harus diem di rumah selama seminggu, nggak ada hal lain yg bisa ane lakuin selain ngejalanin hobi ane, makan dan tidur. "Mbak lina cacat ya??" tanya Ais saat pulang sekolah sambil teriak. "Waduh, cacat?? Hei! Enak aja! Mah, Ais nih bilang Lina cacat," "Ais, jangan deket-deket mbak lina, nanti kamu ketularan," kata Ibu ane. Ais pun pergi meninggalkan ane yg mau ngelanjutin tidur. 5 menit 15 menit   30 menit 1 jam Ane nggak bisa tidur lagi. Berbagai posisi tidur udah ane lakuin, mulai dari telentang, tengkurep, nungging, tidur di atas kasur, ampe tidur di kolong kasur, tapi tetep aja ane nggak bisa tidur. Tring! Ane...

Saat Laptop Tertinggal

Sifat lupa ane sepertinya sudah tingkat dewa. Mulai dari ponsel yang sering ketinggalan di kamar (ane lumayan sering ke kampus nggak bawa ponsel), dompet yang ilang (karena kecopetan), jemuran basah karena kehujanan (lupa diangkat), sampe lupa pakai helm padahal ane mau ke kampus. Banyak orang di sekitar ane udah merasa biasa dan dapat memaklumi sifat ane yang satu ini. Utunglah, mereka baik hati dan tidak sombong serta dapat mengerti ane. Nah, kali ini ada barang yang ketinggalan. Ane yakin, pasti baru ane yang lupa bawa benda ini. Laptop. Laptop ane ketinggalan. Masih mending kalau ketinggalan di rumah, tapi ini ketinggalan di kelas. Wusss.....tiupan angin lumayan besar menerbangkan jilbab yang ane pake. Ane menengadah, melihat langit, langit yang tertutup awan hitam. "Kayaknya mau turun ujan nih, cepet-cepet pulang ah," ujar ane dalam hati. Dengan secepat yang ane bisa, ane lari cepet ke kelas (kayak anak tk), buat ngambil tas ane. Ternyata laptop da...

Hobi Tidur

Siang hari, sepulang kuliah, seperti biasa, ane lagi ngelakuin hobi ane, tidur. 30 menit kemudian, ane belom juga bangun tidur. 1 jam kemudian, ane belom juga bangun tidur. 2 jam kemudian, ane belom juga bangun tidur. Ane masih asyik dengan mimpi ane ketemu sama Gerard Way. Namun, tiba-tiba ada hal yg mengusik ane. "Mbak Lina, mau beli bakso nggak?" tanya Ais tiba-tiba sambil teriak. "Mmmm..." "Mbak lina mau beli bakso nggak? Ais mau beli nih?" tanya Ais yang lagi buka pintu kamar ane sambil teriak . "Mau..." kata ane sambil ngucek-ngucek mata. "Mah, Mba Lina mau baksonya," "Ambil sendiri Lin, mangkoknya," kata Ibu ane. Ane keluar kamar langsung ke dapur buat ngambil mangkok. Alhasil ane keluar rumah dengan wajah yang masih abstrak. -skip- Keesokkan harinya... Seperti biasa, ane lagi tidur siang... "Mbak Lina, mau beli siomay nggak?" tanya Ais sambil teriak. "Mmmm..." Ane ...

Lomba Make Up

Untuk memperingati hari kartini tahun ini, kampus ane ngadain lomba make up. Terpilihlah Risti sebagai modelnya dan Nanda sebagai make up artist . Niatnya sih, Memed yang mau dijadiin modelnya tapi daripada malu-maluin kelas ane, mendingan Risti lah...Dia kan cantik, bohay, putih, dan yang lebih penting, dia nggak bakal malu-maluin kelas ane deh. (Lanjut? Klik aja judulnya)

Bilang Cantik, dong

Berbicara dengan ibu ane adalah ritual sore yang sering ane lakuin. Entah itu, ngomongin orang, cerita kejadian yang ane alami hari itu, sampe diberi wejangan-wejangan. "Ais! Sana mandi udah sore tuh! Dari pagi kan kamu belom mandi!" Ibu mulai ngomel. "Iya, mah," kata Ais sambil jalan ke kamar mandi. Akhirnya, Ais selesai mandi dan pergi main. Ibu dan ane lagi asyik duduk di teras depan ngomongin orang. "Mah, Ais main ya??" tanya Ais yang udah wangi dengan parfum. "iya, tapi jangan jauh-jauh," jawab Ibu dengan sabar. "Iya. Oia, mah, bedak di muka Ais belepotan nggak??" tanya Ais "Enggak kok. Udah cantik," kata Ibu ane. "Lina kok enggak pernah dibilang cantik sama mama tapi Ais dibilang cantik," kata ane yang mulai cemburu. "Ih, mau banget dibilang cantik?" "Mau dong mah, ayo dong...bilang Lina cantik..." "Eggak mau ah! Nanti kamu ke-ge-er-an!" ...

Gagal Diet

Sepertinya, ibu ane gemes juga dengan hobi ngemil ane. Baru aja selesai makan nasi pasti masih nyari camilan. Nonton TV sambil ngemil, ngerjain tugas sambil ngemil, diem pun sambil ngemil. Hobi ngemil ane emang udah parah. Entah hobi ini bisa disebut keuntungan atau kerugian, ane sendiri bingung. Sebanyak apapun ane ngemil atau makan, ane nggak bisa gemuk. Paling, berat badan ane naik 1-2 kg. Ritual yang biasa ane lakuin setelah makan malam, adalah buka kulkas. Ane buka kulkas bukan untuk ngadem tapi untuk cari makanan yang bisa dimakan (cabe, bawang, gula, ane jadiin cemilan). Ternyata, di dalam kulkas nihil a.k.a enggak ada makanan yang bisa ane makan. Akhirnya, ane buka laci penyimpan makanan ibu ane. Asyik! Ane nemu camilan. Ane langsung berjalan ke ruang TV sambil dekap tuh seplastik camilan. "Nyam, nyam, nyam...." "Astaga, kamu, Lin! Baru aja makan udah makan camilan lagi," kata Ibu tanpa ekspresi. "Mulut Lina enggak bisa diajak kompromi. M...

Nggak Bisa Balik

PMS atau Premenstrual Syndrome adalah masa yang paling ane benci. Ane jadi suka marah-marah, sakit pinggang, sakit perut, dll. Pokoknya ane menderita deh. Namun, bagi ane, yang bikin ane paling menderita adalah sakit pinggang. Sakit pinggang menghalangi ane untuk berbuat hyperactive . Ane jadi enggak bisa loncat-loncatan di atas kasur, enggak bisa guling sana-sini saat tidur-tiduran, enggak bisa duduk dengan nyaman, enggak bisa ngerusakin barang-barang di rumah, dll. Siang hari setelah pulang sekolah, ane menyempatkan diri untuk maen ke rumah Ketty si kucing. Sebenernya sih bukan ngajakin maen apalagi buat ngajakin maen bekel tapi ane cuma mau numpang nonton TV, soalnya ane enggak punya TV di rumah. Salah satu kebiasaan buruk ane yaitu enggak bisa ngeliat bantal. Kalo ane ngeliat bantal, bawaannya selalu mau tidur. Di depan TV, ane tengkurep dengan sekaleng camilan ditangan ane. "Pembajakan kaleng camilan" biasa ane sebut. Bukan hal yang mudah menguasai ...

Jual Pilek?

Dikelas lagi ada keributan. Bukan keributan yang main fisik melainkan keributan yang main mental. Ada tugas kuliah untuk menjadi reseller . Tugas ini dikerjakan berkelompok. Nah, si Memed (biasa jadi cengan) emang bermental baja. Di kelas, tidak ada satu hari pun terlewati tanpa ngecengin Memed. Termasuk hari ini. "Aduh, mimpi apa gua semalem?? Nyampe harus satu kelompok sama Memed," keluh Evan. "Mimpi basah kali lu, Van," kata Tiara. "Iya, mimpi basah gara-gara kecebur sumur akibat si Memed ngejar-ngejar gua," Evan menjelaskan. "Yeh, ngomong aja lu, Van!" Memed ikut bicara. "Kita jual apa nih med, ra??" tanya Evan ke Memed dan Tiara, soalnya mereka bertiga sekelompok. "Gimana kalo jual diri aja??" kata Tiara mengajukan usul. "Jual diri?? Memed mah enggak bakal laku jual diri juga. Enggak ada yg mau beli," kata Evan. "Kurang ajar lu, Van!" kata Memed sambil nendang Evan. ...

Sindiran Part2

sore yang cerah. matahari sedang bersiap-siap "tidur" digantikan dengan bulan. ane, ibu, dan Ais duduk di teras depan sambil menikmati sore yang indah tersebut. "Lin, kamu ini galak banget sih. Jadi nggak ada yang mau sama kamu," kata Ibu secara tiba-tiba (Lanjut? Klik aja judulnya)

Pesan Singkat dari Paman

Paman ane yang satu ini emang gaul abis (gaul bukan G4h00L). Dari semua paman-paman ane, ane paling deket sama paman ane yg satu ini. Lek Din (nama disamarkan demi kelangsungan hidup ane) bagitu panggilan ane ke beliau. --------- drrtt.... Ada sms masuk. Ane liat dengan saksama dan cermat nama pengirim sms tersebut. "Lek Din" Tulisan tersebut muncul di layar ponsel ane. Antara percaya dan tidak percaya, dengan pengirim sms tersebut, ane baca berulang-ulang tuh nama pengirim ampe ane eja kayak anak tk baru belajar baca "Le-k Di-n" Hal yang ane lakuin, malah bikin ane tambah penasaran sama isi sms paman ane. Langsung deh ane pencet tombol read. "Na, kapan kamu libur?" Jeger!! Ane bagaikan kena petir di tengah lapangan hijau saat siang hari. "ada apa nih, tumben banget nih lek sms kayak gini." ujar ane dalam hati. "Kenapa lek? Kok tumben nanya lina liburnya kapan?? Lek mau ngajak lina jalan-jalan ya??" Sent....

Ke Kebun Raya Bogor Bersama Faisa

Hmm... nggak kerasa si teroris kecil Faisa berumur 1 tahun tanggal 23 Maret nanti. Selama itu pula banyak keajaiban-keajaiban kecil yang dibuatnya. Diantaranya udah bisa mengerti perasaan orang lain, udah bisa ngejailin ane, dan masih banyak lagi. Nah, hari ini, kita (ane, Linda, Ajeng, dan Nike) ke Kebun Raya Bogor buat foto si teroris kecil ini. Ada sedikit kekhawatiran juga soalnya ini adalah kali pertama si teroris kecil keluar ke tempat wisata. Kira sudah tentukan mengendarai sepeda motor. Kita berangkat bermodalkan nekat. Kenapa? Karena diantara kita berempat enggak ada yang tahu jalan pastinya ke Kebun Raya Bogor. Hehehehehehe. Ya sudahlah, kita berjalan lurus terus di jalan Raya Bogor. Tidak lupa juga, menengok kanan-kiri untuk membaca papan petunjuk arah. Akhirnya, kita sampai juga di tempat tujuan. Biaya parkir sepeda motor yaitu Rp.5.000,-. Biaya tiket masuk Rp.9.500,-. Jadi totalnya, Rp.14.500,-. Oia, jangan lupa siapin minuman yang banyak. Walaupun sebenernya,...

Keluarga Perut Besar

Ayah ane adalah satu-satunya orang yg ngedukung hobi makan sama ngemil ane. Ini juga jadi salah satu alasan kenapa ane sayang sama dia. --------------- Siang hari, sinar  matahari begitu terasa terik, ane baru pulang sekolah. Seperti biasa, ane pulang bareng Geng UP. Selama perjalanan pulang pun, kita tetep rame (nggak nyadar dan nggak mau sadar kalo ganggu orang lain) Si Ketty, yang emang orangnya nggak bisa diem, mencari bahan isengan. Target pun ditemukan. Daun pisang. Tangannya pun asik mengambil ngambil daun pisang yg daunnya pendek. "Bu, nih Bu. Daun pisangnya mau dicolong," teriak Linda. Eh, ternyata ada seorang ibu-ibu yang lewat, sepertinya dia orang yang punya pohon pisang itu. Ibu itu hanya melihat ke arah kita sambil tersenyum. Senyum berjuta makna.  "Ah, lu mah nda! Kan gua jadi malu," keluh Ketty sambil memonyongkan mulutnya. "Lagian lu, iseng aja," Linda membela diri. "Udah, udah... ayo jalan lagi, nanti kita kelamaan di...

Sindiran Part1

Gemes. Mungkin itu yang ibu ane alami. Soalnya, beliau enggak pernah ane kenalin sama cowo yg sebagai pacar ane. Bukan berarti ane maho. Ane normal kok. Ane cuma nunggu orang yang beruntung dapetin ane.   Saat itu, lagi asyik nonton TV bersama ibu. Ritual yang biasa ane lakuin saat nonton TV pun enggak ketinggalan yaitu ngemil. Di dekapan ane udah ada setoples kerupuk sebagai cemilan saat itu. Ibu ane lagi asyik nonton TV. Acara yang ditonton lagi ngebahas tentang bela diri. "Ibu sih, waktu Lina SMP, Lina enggak diiznin buat ikut bela diri," kata ane, membuka pembicaraan. "Emang buat apaan bisa bela diri?" tanya Ibu yang mulai bingung tapi tetep dengan ekspresi wajah datar. "Lah, kalau Lina bisa bela diri kan, Lina enggak lemah kayak gini," "Kamu enggak bisa bela diri aja nggak ada yang deketin. Gimana kalau kamu bisa bela diri?" Jeder! Jeder! Jeder! (Ceritanya suara petir di siang hari bolong). Ane langsung jadi patung. Diam, bisu...

Pelupa yang Membahayakan

salah satu sifat ane yang ampun-ampunan bagi orang lain adalah pelupa. nggak usah heran, kalo setiap hari pasti ada aja yg ane lupain. entah kewajiban yg harus ane lakuin (ane biasa bertugas ngangkat jemuran kalo ibu ane nggak ada di rumah, eh ternyata ane lupa angkat tuh jemuran saat ujan. alhasil, jemuran yg udah kering jadi basah lagi.), benda yg harus ane bawa ke suatu tempat, dll. Quote: saat itu, ane baru aja selesai makan malam . tapi seakan mulut ane maunya ngunyah makanan terus sedangkan perut ane udah nggak muat. pergilah ane ke dapur buat nyari makanan yg bisa dimakan . ternyata, di dapur udah nggak ada makanan apa-apa . cuma ada minuman bersoda spr*t yang tinggal sedikit. ya udah, ane abisin aja sekalian . 2 jam sebelum ane makan malam.... kepala ane terasa berat (lebih berat dari berat badan ane). dunia terasa berputar. pandangan ane kabur (ini karena mata ane emang minus). itulah yang ane rasakan. awalnya ane nggak mau mikirin keadaan ane ...

Hal yang Dilupakan Saat Hujan

Seperti biasa, geng UP lagi ngumpul di rumah Linda. Tiba-tiba terdengar suara kruuuk!! "Aduh, Mei laper nih. Makan yuk!" ajak ane yang ngeluarin suara aneh itu. "Gue juga laper. Nda, kasih makan dong kita-kita. Kita kan tamu di sini," ujar Ketty, ngebelain ane. linda : yeh! jadi tamu nggak diundang, ngerepotin lagi! septi : iya, nih nda. laper...makan bakso yuk! linda : iya, iya makan bakso. pake duit sendiri ye! ketty : ah, nda mah pelit! linda : bukannya pelit! gue lagi kanker nih! ketty : iya, iya... akhirnya geng UP makan bakso di suatu tempat makan bakso (ya, iyalah tempat makan bakso, masa tempat makan masakan padang). kami makan dengan lahap. tiba-tiba BYUUURRR!! hujan deras sekali turun. ketty : Yah…ujan deh… Kami berempat terjebak di tempat makan bakso. 15 menit ... 30 menit ... 1 jam ... ujan belum juga berhenti. ketty : Ujannya berenti lama banget sih! ane : Gimana kalo kita nekat aja? septi : Yakin? Ini m...