Langsung ke konten utama

Sindiran Part2

sore yang cerah. matahari sedang bersiap-siap "tidur" digantikan dengan bulan. ane, ibu, dan Ais duduk di teras depan sambil menikmati sore yang indah tersebut.

"Lin, kamu ini galak banget sih. Jadi nggak ada yang mau sama kamu," kata Ibu secara tiba-tiba
(Lanjut? Klik aja judulnya)


Jleb! pernyataan pembuka yang cukup "nusuk" ane.

"Biarin aja apa mah," kata ane dengan wajah datar.

"Ya gimana mau laku, kalo gini caranya?"

"Tau nih, Mbak lina. Masak kalah sama kakaknya Nisa," Ais ikut berkomentar.

"Biarin. Enggak usah ngurusin orang lain," kata ane dengan intonasi sedikit meninggi.

"Ya udah, dek, kamu bantuin cariin gih!" kata Ibu ke Ais.

"ENggak mau ah! Mana ada yang mau sama orang yang galak kayak Mbak Lina," kata Ais.

Ane cuma bisa diem.

"Ya udah, Lin, kamu sama udin aja," kata ibu ngusulin Udin,  tetangga ane yang punya keterbelakangan mental.

Jleb! Jleb!
Kalimat ibu ane yang satu ini bener-bener bikin hati ane perih bagaikan hati yang sudah teriris kemudian ditaburi garam.

Walaupun ane nyesek, ane berusaha terlihat datar, seperti tidak terpengaruh apa-apa. Otak ane terus berusaha membalikkan kata-kata ibu ane itu.

"Emangnya mama mau punya menantu kayak gitu?" ucap ane.

Mudah-mudahan kalimat yang ane ucapkan bisa membuat ibu nggak nyindir ane lagi. Ternyata....

"Mau aja. Dari pada nggak punya menantu,"

Mendengar balasan ibu. Pertanyaan dan doa pun muncul dalam hati.
Ya Tuhan, Lina boleh minta ganti keluarga nggak??

Ane tersenyum kecut sedangkan ibu dan Ais tertawa melecehkan ane.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman & Pengamatan Pribadi di Acara Prambanan Jazz Festival 2017

Sebenarnya, sama sekali enggak kepikiran untuk hadir di acara Prambanan Jazz Festival 2017. Yang dipikirin saat itu cuma, “mau pulang kampung”. Nah, di sini nih peran spontanitas Mei. Beberapa minggu sebelumnya, Mei asal ngomong ke Hesti Sensei, “Sensei, kayaknya kita harus nonton konser bareng, deh”. Hesti sensei pun setuju. Mei pun enggak terlalu menganggap itu serius. Biarkan aja berjalan. Ndilalah, Mei liat e-flayer acara Prambanan Jazz Festival dengan Special Show dari Shane! Mei coba tanya Hesti Sensei. Ternyata, dia amat-sangat-setuju-banget (pemborosan kata, nih) karena dia penggemar Westlife! (Ket: Shane mantan anggota boyband tahun 90-an, Westlife). Berawal dari pengalaman dan pengamatan Mei itulah, Mei memberanikan diri buat nulis ini. Ingat ya, karena ini hanya berdasarkan Mei, jadi tulisan ini bersifat subjektif. 1. Tiket Tiket bisa dibeli online di situs resmi Prambanan Jazz Festival, https://tiketapasaja.co/. Sedangkan kalau kalian mau cari informasi lebih...

Jadi Rela-wati (Bagian 1)

Jadi rela-wati Pernah enggak sih, kalian merasa stuck sama hidup kalian? Gitu-gitu aja. Monoton. Segalanya berjalan lancar. Sampai enggak tau maunya apa, bingung harus bagaimana dan  ke mana? Mei pernah. Apa yang Mei lakuin? Diam. Istirahat. Sambil lihat ke belakang. Sambil menunggu sesuatu. Entah ide, entah angin, entah semut, apa pun itu. Cukup lama Mei seperti itu. Dan akhirnya, Mei mau melakukan sesuatu yang belum pernah Mei lakuin. Menjadi rela-wati. Kenapa bukan relawan? Karena biar sesuai nama Mei yang ada "wati"nya. Hihihihi. Kegiatan relawan yang pertama kali Mei ikuti adalah kegiatan donor rambut yang dilakuin Yayasan Pita Kuning. Waktu itu lagi iseng aja scroll home Facebook, lihat video anak-anak donor rambut untuk para penderita kanker anak, yang terjadi di Amerika. Trus berpikiran, "di Indonesia ada enggak ya?" . Cari tahu. Dapat. Ah, jadi inget kata-katanya Eyang Paulo, "when you want something, all the universe conspi...

Lulusan Apa?

Seperti biasa, saat enggak ada dosen, kita sekelas pasti bercanda. Enggak tau kenapa, tau-tau kita ngomongin tentang lulusan orang tua. Evan : Ibu gue mah cuma lulusan SMP. Rizky : Lah...lu mah masih mending, van. Noh ibunya Golink (Golink : pentolan di kelas. maklumlah dia pernah tawuran) lulusan pesantren. Evan : Pesantren? lu tau dari mana ky? Rizky : Iye. Lu nggak tau?? Ibunya Golink lulusan pesantren. Pesantren kilat. Tiga hari aja udah selesai dapet sertifikat. Aduh, secara spontan, anak-anak lain yang mendengar percakapan itu langsung tertawa terbahak-bahak.