Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

Culcas

Bergeming, berdiam, dan mencoba menyelami masa lalu. (cie...Lagi belajar sastra nih). Cling! Tiba-tiba lampu di atas kepala ane menyala terang bersamaan dengan teringatnya suatu kenangan saat masa SMP. SMP? Iya. SMP. Ane kan juga pernah muda. Suasana kelas 9.1 menjadi ramai bagaikan anak ayam kehilangan induknya. Berisik, ribut, dan ribet, seakan-akan ingin mengalahkan kesibukkan yang terjadi di pasar. Apakah yang menyebabkan kelas 9.1 sibuk? (intonasi host singlet). Ternyata eh ternyata. Anak kelas 9.1 bakal ngelaksanain ujian bahasa Inggris tentang comparition degress. (semoga bener tulisannya). Bu Murti, guru bahasa Inggris ane saat itu, mulai menggambar dan memberi penjelasan tentang gambar di papan tulis. Ada 3 gambar yang ia gambar yaitu, kipas angin, kulkas, dan tipi. Tidak lupa juga, beserta harga ia cantumkan persis seperti benda yang diobral. 15 menit 30 menit 1 jam Waktu untuk mengerjakan ujian pun berakhir. "Diar, gimana tadi ujiannya? bisa...

Terserang Cacar

Cacar. Pada umumnya, penyakit ini menjangkit anak-anak. Namun, hal ini berbeda bagi ane. Ane terjangkit cacar saat kelas 2 SMK (udah bangkotan, baru kena cacar). Mungkin ini adalah karma soalnya ane biasa ngomong gini ke Kety. "Mei dong, nggak pernah kena cacar. Daya tahan tubuh mei kan kuat," Alhasil, ane harus diem di rumah selama seminggu, nggak ada hal lain yg bisa ane lakuin selain ngejalanin hobi ane, makan dan tidur. "Mbak lina cacat ya??" tanya Ais saat pulang sekolah sambil teriak. "Waduh, cacat?? Hei! Enak aja! Mah, Ais nih bilang Lina cacat," "Ais, jangan deket-deket mbak lina, nanti kamu ketularan," kata Ibu ane. Ais pun pergi meninggalkan ane yg mau ngelanjutin tidur. 5 menit 15 menit   30 menit 1 jam Ane nggak bisa tidur lagi. Berbagai posisi tidur udah ane lakuin, mulai dari telentang, tengkurep, nungging, tidur di atas kasur, ampe tidur di kolong kasur, tapi tetep aja ane nggak bisa tidur. Tring! Ane...

Saat Laptop Tertinggal

Sifat lupa ane sepertinya sudah tingkat dewa. Mulai dari ponsel yang sering ketinggalan di kamar (ane lumayan sering ke kampus nggak bawa ponsel), dompet yang ilang (karena kecopetan), jemuran basah karena kehujanan (lupa diangkat), sampe lupa pakai helm padahal ane mau ke kampus. Banyak orang di sekitar ane udah merasa biasa dan dapat memaklumi sifat ane yang satu ini. Utunglah, mereka baik hati dan tidak sombong serta dapat mengerti ane. Nah, kali ini ada barang yang ketinggalan. Ane yakin, pasti baru ane yang lupa bawa benda ini. Laptop. Laptop ane ketinggalan. Masih mending kalau ketinggalan di rumah, tapi ini ketinggalan di kelas. Wusss.....tiupan angin lumayan besar menerbangkan jilbab yang ane pake. Ane menengadah, melihat langit, langit yang tertutup awan hitam. "Kayaknya mau turun ujan nih, cepet-cepet pulang ah," ujar ane dalam hati. Dengan secepat yang ane bisa, ane lari cepet ke kelas (kayak anak tk), buat ngambil tas ane. Ternyata laptop da...

Hobi Tidur

Siang hari, sepulang kuliah, seperti biasa, ane lagi ngelakuin hobi ane, tidur. 30 menit kemudian, ane belom juga bangun tidur. 1 jam kemudian, ane belom juga bangun tidur. 2 jam kemudian, ane belom juga bangun tidur. Ane masih asyik dengan mimpi ane ketemu sama Gerard Way. Namun, tiba-tiba ada hal yg mengusik ane. "Mbak Lina, mau beli bakso nggak?" tanya Ais tiba-tiba sambil teriak. "Mmmm..." "Mbak lina mau beli bakso nggak? Ais mau beli nih?" tanya Ais yang lagi buka pintu kamar ane sambil teriak . "Mau..." kata ane sambil ngucek-ngucek mata. "Mah, Mba Lina mau baksonya," "Ambil sendiri Lin, mangkoknya," kata Ibu ane. Ane keluar kamar langsung ke dapur buat ngambil mangkok. Alhasil ane keluar rumah dengan wajah yang masih abstrak. -skip- Keesokkan harinya... Seperti biasa, ane lagi tidur siang... "Mbak Lina, mau beli siomay nggak?" tanya Ais sambil teriak. "Mmmm..." Ane ...