Photos by @james_trevino Dari data Perpustakaan Nasional tahun 2017, frekuensi membaca orang Indonesia rata-rata hanya tiga sampai empat kali per minggu. Sementara jumlah buku yang dibaca rata-rata hanya lima hingga sembilan buku per tahun. Tentu tidak mengherankan jika sebuah studi "Most Literred Nation in the world 2016", menghasilkan pernyataan bahwa Indonesia menempati urutan ke-60 dari 61 negara tentang minat baca. Hal itu bukanlah hal yang membanggakan. Banyak dampak negatif dari rendahnya minat baca orang Indonesia. Kemunculan pemberitaan palsu ( hoax ) menjadi salah satu dampak nyata. Hal ini juga diungkapkan dalam Perayaan Hari Kebebasan Pers Dunia 2017 dengan tajuk " Critical Minds for Critical Times: Media's Role in Advancing Peaceful, Just and Inclusive Societies " . Lalu, Mengapa hal ini masih bisa terjadi? Dan siapakah yang harus disalahkan? Buku Berkualitas Mahal Banyak orang setuju bahwa s...