Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2013

Korban Iklan

"Om, om. Truck aja gandengan, masa om nggak?" Sebuah kalimat sindiran untuk para jomblo yang terdapat dalam iklan sebuah minuman. Lupa atau belom pernah nonton iklannya? Nih, iklannya. Silahkan di tonton. Pertama kali ane nonton iklan ini, ane langsung inget panggilan "om" untuk ane. Om?? nggak salah?? Nggak salah kok. Ane emang pernah dipanggil "om" dan panggilan sapaan untuk laki-laki -_-. Saat ane ngendarain sepeda motor dengan perlengkapan super lengkap. Mulai dari masker hitam, sarung tangan hitam, jaket jins hitam, rompi "tukang ojek" hitam, dan sepatu sneakers. "Sabar dulu, dong om," kata seorang polisi cepek ke ane "Om-om, berenti dulu, om," kata seorang bapak yang jalannya mau ane potong. "Ban yang mana, bang?" kata seorang pengisi angin ban motor "Nggak mampir dulu, mas?" kata mertua temen ane Ya Tuhan -_- Oia, kembali ke kisah iklan sindiran tadi. Saat iklan itu...

Antara Indonesia, Australia, daaaannnn Sapi???

Akhir-akhir ini hubungan Indonesia dengan Australia semakin memanas. Entah, kapan akan dingin. Mungkin harus nunggu hujan es batu dulu biar jadi dingin. Hmm... Semua kalangan tahu akan situasi ini (Indonesia vs Australia). Dari cewe sampe cowo, dari tua sampe muda, dari kalangan atas sampe kalangan bawah, dari hacker sampe checkher (baca: ceker). Termasuk juga salah satu anak yang ane bantu belajarnya (anak cewe kelas 7). "Kakak, katanya Indonesia sama Australia lagi berantem, ya?" tanya Atira saat ane lagi ngajar adeknya, Anugrah. "Iya. Kamu tau juga." jawab ane. "Tau, dong. Kan guru aku cerita. Katanya kan Indonesia punya sapi di Australia. Terus, sapinya di kembaliin ke Indonesia. Eh, sapinya jadi pada mandul. Katanya gara-gara waktu di Australia sapinya dikasih pil obat gitu,"  Mata ane yang cuma segaris pun langsung melotot. Pipi jadi gembung, nahan ketawa. Tapi akhirnya, ane nggak bisa nahan ketawa. "Wkwkwkwkwkwkwkwk. Atira dibohongi...

My Graduation Day

Sabtu, 23 November 2013. Pertama kali ane lihat ayah ane menangis bahagia. Memeluk ane dengan pelukan amaaattttt erat. Terasa juga rasa haru, kagum, bangga, dan puas di diri ane. Ah, mungkin ini yang dirasakan ayah dan menular ke ane. "Bapak sih, tadi sempet nangis. Mama kan jadi ikutan nangis tadi," ujar Mama "Ya nggak apa-apa, dong. Itu namanya menangis bahagia," ujar Ayah, "Kamu tau, Lin? Hari ini itu hari yg paling bikin bapak bahagia. Bisa ngeliat kamu pake baju toga. Ya, walaupun bapak berpendidikan rendah, tapi bapak bisa nyekolahin anak bapak sampe punya gelar." Ane cuma bisa diem. Diam di luar, berpura-pura cuek dan tidak peduli. Padahal di dalem hati ane nangis sambil teriak, "Aaaarrrrrrgggghhhhhhhh!!!! Ane mau lanjutin kuliah lagi!!! Biar bisa bikin ayah ane nangis bahagia lagi karena ane!!!"