Langsung ke konten utama

Korban Iklan

"Om, om. Truck aja gandengan, masa om nggak?" Sebuah kalimat sindiran untuk para jomblo yang terdapat dalam iklan sebuah minuman. Lupa atau belom pernah nonton iklannya? Nih, iklannya. Silahkan di tonton.


Pertama kali ane nonton iklan ini, ane langsung inget panggilan "om" untuk ane. Om?? nggak salah?? Nggak salah kok. Ane emang pernah dipanggil "om" dan panggilan sapaan untuk laki-laki -_-. Saat ane ngendarain sepeda motor dengan perlengkapan super lengkap. Mulai dari masker hitam, sarung tangan hitam, jaket jins hitam, rompi "tukang ojek" hitam, dan sepatu sneakers.

"Sabar dulu, dong om," kata seorang polisi cepek ke ane

"Om-om, berenti dulu, om," kata seorang bapak yang jalannya mau ane potong.

"Ban yang mana, bang?" kata seorang pengisi angin ban motor

"Nggak mampir dulu, mas?" kata mertua temen ane

Ya Tuhan -_-


Oia, kembali ke kisah iklan sindiran tadi.
Saat iklan itu ada di TV, ane biasa aja. Tapi tiba-tiba saat iklan habis......

"Lin, lin. Truck aja gandengan. Masa kamu nggak?" ucap Ibu ane tiba-tiba.

1 detik...
2 detik...
3 detik...

Ane membatu selama 3 detik, mencari-cari jawaban balesan. Daaaannnnn akhirnya, ane nggak menemukan jawaban balesan. -_- Ane hanya bisa nyengir kuda.


Sindiran pun kembali dilontarkan.

"Lin, lin. Truck aja gandengan. Masa kamu nggak?" ucap Ibu ane LAGI.

Ane cuma bisa diem, nyari jawaban lagi. Daannn akhirnya dapet!

"Iya, nanti Lina gandengan sama tembok," ucap ane asal sambil jalan ke kamar.

Ibu ane pun nyengir meperlihatkan giginya yang putih. -_-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman & Pengamatan Pribadi di Acara Prambanan Jazz Festival 2017

Sebenarnya, sama sekali enggak kepikiran untuk hadir di acara Prambanan Jazz Festival 2017. Yang dipikirin saat itu cuma, “mau pulang kampung”. Nah, di sini nih peran spontanitas Mei. Beberapa minggu sebelumnya, Mei asal ngomong ke Hesti Sensei, “Sensei, kayaknya kita harus nonton konser bareng, deh”. Hesti sensei pun setuju. Mei pun enggak terlalu menganggap itu serius. Biarkan aja berjalan. Ndilalah, Mei liat e-flayer acara Prambanan Jazz Festival dengan Special Show dari Shane! Mei coba tanya Hesti Sensei. Ternyata, dia amat-sangat-setuju-banget (pemborosan kata, nih) karena dia penggemar Westlife! (Ket: Shane mantan anggota boyband tahun 90-an, Westlife). Berawal dari pengalaman dan pengamatan Mei itulah, Mei memberanikan diri buat nulis ini. Ingat ya, karena ini hanya berdasarkan Mei, jadi tulisan ini bersifat subjektif. 1. Tiket Tiket bisa dibeli online di situs resmi Prambanan Jazz Festival, https://tiketapasaja.co/. Sedangkan kalau kalian mau cari informasi lebih...

Jadi Rela-wati (Bagian 1)

Jadi rela-wati Pernah enggak sih, kalian merasa stuck sama hidup kalian? Gitu-gitu aja. Monoton. Segalanya berjalan lancar. Sampai enggak tau maunya apa, bingung harus bagaimana dan  ke mana? Mei pernah. Apa yang Mei lakuin? Diam. Istirahat. Sambil lihat ke belakang. Sambil menunggu sesuatu. Entah ide, entah angin, entah semut, apa pun itu. Cukup lama Mei seperti itu. Dan akhirnya, Mei mau melakukan sesuatu yang belum pernah Mei lakuin. Menjadi rela-wati. Kenapa bukan relawan? Karena biar sesuai nama Mei yang ada "wati"nya. Hihihihi. Kegiatan relawan yang pertama kali Mei ikuti adalah kegiatan donor rambut yang dilakuin Yayasan Pita Kuning. Waktu itu lagi iseng aja scroll home Facebook, lihat video anak-anak donor rambut untuk para penderita kanker anak, yang terjadi di Amerika. Trus berpikiran, "di Indonesia ada enggak ya?" . Cari tahu. Dapat. Ah, jadi inget kata-katanya Eyang Paulo, "when you want something, all the universe conspi...

Lulusan Apa?

Seperti biasa, saat enggak ada dosen, kita sekelas pasti bercanda. Enggak tau kenapa, tau-tau kita ngomongin tentang lulusan orang tua. Evan : Ibu gue mah cuma lulusan SMP. Rizky : Lah...lu mah masih mending, van. Noh ibunya Golink (Golink : pentolan di kelas. maklumlah dia pernah tawuran) lulusan pesantren. Evan : Pesantren? lu tau dari mana ky? Rizky : Iye. Lu nggak tau?? Ibunya Golink lulusan pesantren. Pesantren kilat. Tiga hari aja udah selesai dapet sertifikat. Aduh, secara spontan, anak-anak lain yang mendengar percakapan itu langsung tertawa terbahak-bahak.