Bergeming, berdiam, dan mencoba menyelami masa lalu. (cie...Lagi belajar sastra nih). Cling! Tiba-tiba lampu di atas kepala ane menyala terang bersamaan
dengan teringatnya suatu kenangan saat masa SMP. SMP? Iya. SMP. Ane kan
juga pernah muda.
Suasana kelas 9.1 menjadi
ramai bagaikan anak ayam kehilangan induknya. Berisik, ribut, dan ribet,
seakan-akan ingin mengalahkan kesibukkan yang terjadi di pasar. Apakah
yang menyebabkan kelas 9.1 sibuk? (intonasi host singlet). Ternyata eh ternyata. Anak kelas 9.1 bakal ngelaksanain ujian bahasa Inggris tentang comparition degress. (semoga bener tulisannya).
Bu Murti, guru bahasa Inggris ane saat itu, mulai menggambar dan memberi penjelasan tentang gambar di papan tulis. Ada 3 gambar yang ia gambar yaitu, kipas angin, kulkas, dan tipi. Tidak lupa juga, beserta harga ia cantumkan persis seperti benda yang diobral.
15 menit
30 menit
1 jam
Waktu untuk mengerjakan ujian pun berakhir.
"Diar, gimana tadi ujiannya? bisa?" tanya ane ke salah satu sahabat ane, Diar.
"Bisa dong mei," jawab Diar dengan bangga.
"Yakin?"
"Yakin dong. Oia, bahasa inggrisnya kulkas apa ya mei??"
"Kulkas? mmm...refrigerator,"
"Refrigerator, mei? Jangan boong, ah!"
"Ngapain boong,"
Diar langsung ngerebut kamus yang ada di tangan ane.
"Mei tau enggak?"
"Enggak
"Diar kan nggak tau bahasa Inggris-nya kulkas,"
"Terus?"
"Ya, udah, akhirnya Diar ngasal,"
"Ngasal?"
"Iya,"
"Ngasal gimana maksudnya?"
"Diar ganti culcas?"
"Hah? Culcas??"
"Iya, Diar isinya bukan refrigerator, tapi culcas,"
"Hahahahaha. Ngasal sih ngasal, tapi nggak gitu juga, yarun. Masak, bahasa inggris kulkas, culcas, sih?"
"Ah, mei. Namanya juga orang nggak tau,"
Hasil ujian pun dibagikan.
"Bahasa Inggris-nya kulkas, apa ya??" tanya Bu Murti kepada anak-anak didiknya.
"Refrigerator," jawab anak-anak kompak.
"Bener, bahasa Inggris-nya kulkas itu refrigerator bukan culcas ya anak-anak,"
"Yah, ibu. Pake dibahas segala, kan Diar malu," kata Diar.
Alhasil, anak-anak sekelas pun pada ketawa cekakakan.
Bu Murti, guru bahasa Inggris ane saat itu, mulai menggambar dan memberi penjelasan tentang gambar di papan tulis. Ada 3 gambar yang ia gambar yaitu, kipas angin, kulkas, dan tipi. Tidak lupa juga, beserta harga ia cantumkan persis seperti benda yang diobral.
15 menit
30 menit
1 jam
Waktu untuk mengerjakan ujian pun berakhir.
"Diar, gimana tadi ujiannya? bisa?" tanya ane ke salah satu sahabat ane, Diar.
"Bisa dong mei," jawab Diar dengan bangga.
"Yakin?"
"Yakin dong. Oia, bahasa inggrisnya kulkas apa ya mei??"
"Kulkas? mmm...refrigerator,"
"Refrigerator, mei? Jangan boong, ah!"
"Ngapain boong,"
Diar langsung ngerebut kamus yang ada di tangan ane.
"Mei tau enggak?"
"Enggak
"Diar kan nggak tau bahasa Inggris-nya kulkas,"
"Terus?"
"Ya, udah, akhirnya Diar ngasal,"
"Ngasal?"
"Iya,"
"Ngasal gimana maksudnya?"
"Diar ganti culcas?"
"Hah? Culcas??"
"Iya, Diar isinya bukan refrigerator, tapi culcas,"
"Hahahahaha. Ngasal sih ngasal, tapi nggak gitu juga, yarun. Masak, bahasa inggris kulkas, culcas, sih?"
"Ah, mei. Namanya juga orang nggak tau,"
Hasil ujian pun dibagikan.
"Bahasa Inggris-nya kulkas, apa ya??" tanya Bu Murti kepada anak-anak didiknya.
"Refrigerator," jawab anak-anak kompak.
"Bener, bahasa Inggris-nya kulkas itu refrigerator bukan culcas ya anak-anak,"
"Yah, ibu. Pake dibahas segala, kan Diar malu," kata Diar.
Alhasil, anak-anak sekelas pun pada ketawa cekakakan.
"Ya Tuhan, dosa Mei apa? Nyampe punya temen begini amat?" kata ane dengan suara lirih
-----------------------------------
Beberapa hari yg lalu, Diar kirim pesan ke ane.
"Mei, Diar salah ngartiin dong,"
"Ngartiin apaan?"
"Ngartiin 'trafic jump',"
"Mei, Diar salah ngartiin dong,"
"Ngartiin apaan?"
"Ngartiin 'trafic jump',"
" 'Traffic jam'?"
"Iya, Diar ngartiinnya 'kemacetan lompat',"
Ane langsung kejang-kejang baca isi pesan terakhir dari Diar.
"Iya, Diar ngartiinnya 'kemacetan lompat',"
Ane langsung kejang-kejang baca isi pesan terakhir dari Diar.
Komentar