Langsung ke konten utama

Nggak Bisa Balik

PMS atau Premenstrual Syndrome adalah masa yang paling ane benci. Ane jadi suka marah-marah, sakit pinggang, sakit perut, dll. Pokoknya ane menderita deh. Namun, bagi ane, yang bikin ane paling menderita adalah sakit pinggang. Sakit pinggang menghalangi ane untuk berbuat hyperactive. Ane jadi enggak bisa loncat-loncatan di atas kasur, enggak bisa guling sana-sini saat tidur-tiduran, enggak bisa duduk dengan nyaman, enggak bisa ngerusakin barang-barang di rumah, dll.

Siang hari setelah pulang sekolah, ane menyempatkan diri untuk maen ke rumah Ketty si kucing. Sebenernya sih bukan ngajakin maen apalagi buat ngajakin maen bekel tapi ane cuma mau numpang nonton TV, soalnya ane enggak punya TV di rumah.

Salah satu kebiasaan buruk ane yaitu enggak bisa ngeliat bantal. Kalo ane ngeliat bantal, bawaannya selalu mau tidur.

Di depan TV, ane tengkurep dengan sekaleng camilan ditangan ane. "Pembajakan kaleng camilan" biasa ane sebut. Bukan hal yang mudah menguasai sekaleng camilan jika di rumah Ketty. Hal ini dikarenakan oleh ane punya rival yg berat yaitu Ketty.

15 menit

30 menit

"Aduh, capek juga tengkurep. Bangun ah..." kata ane sambil berusaha buat bangun.

Ane terus berusaha bangun dan merubah posisi jadi duduk. Tapi kok....

"Aduh, aduh, kok enggak bisa?? Kalo mau gerak pinggang Mei sakit,"

"Kenapa Mei??" tanya Ketty yang baru dari dapur.

"Mei mau duduk, Ket. Tapi pinggang Mei sakit," kata ane sambil pegang pinggang.

"Hahahahaha, makanya kalo udah tau sakit pinggang jangan tengkurep,"

"Lah, Ketty sih, naroh bantal di sini. Kan bawaan Mei mau tiduran terus,"

"Lah, Ketty disalahin?? Kalo udah tua mah, jangan banyak gaya,"

"Wew, siapa yg tua?? Mei bukan tua tapi leluhur,"

"Tuh, kan ngaku,"

"Udah ah! Tolongin Mei napa. Mei mau duduk nih,"

"Duh, nih nenek-nenek nyusahin aja," keluh Ketty sambil nolongin ane duduk.

"Heh, gerutu lagi?? Enggak ikhlas nolongin??" kata ane yang udah dalam posisi duduk.

"Ih, nih nenek-nenek sensi banget,"

"Ya udah. Kalo nggak ikhlas, Mei tengkurep lagi, nih,"

"Lah, jangan. Nanti nggak bisa bangun lagi,"

"Oh, iya, ya...Mei lupa,"

"Aduh, dasar nih nenek-nenek,"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman & Pengamatan Pribadi di Acara Prambanan Jazz Festival 2017

Sebenarnya, sama sekali enggak kepikiran untuk hadir di acara Prambanan Jazz Festival 2017. Yang dipikirin saat itu cuma, “mau pulang kampung”. Nah, di sini nih peran spontanitas Mei. Beberapa minggu sebelumnya, Mei asal ngomong ke Hesti Sensei, “Sensei, kayaknya kita harus nonton konser bareng, deh”. Hesti sensei pun setuju. Mei pun enggak terlalu menganggap itu serius. Biarkan aja berjalan. Ndilalah, Mei liat e-flayer acara Prambanan Jazz Festival dengan Special Show dari Shane! Mei coba tanya Hesti Sensei. Ternyata, dia amat-sangat-setuju-banget (pemborosan kata, nih) karena dia penggemar Westlife! (Ket: Shane mantan anggota boyband tahun 90-an, Westlife). Berawal dari pengalaman dan pengamatan Mei itulah, Mei memberanikan diri buat nulis ini. Ingat ya, karena ini hanya berdasarkan Mei, jadi tulisan ini bersifat subjektif. 1. Tiket Tiket bisa dibeli online di situs resmi Prambanan Jazz Festival, https://tiketapasaja.co/. Sedangkan kalau kalian mau cari informasi lebih...

Jadi Rela-wati (Bagian 1)

Jadi rela-wati Pernah enggak sih, kalian merasa stuck sama hidup kalian? Gitu-gitu aja. Monoton. Segalanya berjalan lancar. Sampai enggak tau maunya apa, bingung harus bagaimana dan  ke mana? Mei pernah. Apa yang Mei lakuin? Diam. Istirahat. Sambil lihat ke belakang. Sambil menunggu sesuatu. Entah ide, entah angin, entah semut, apa pun itu. Cukup lama Mei seperti itu. Dan akhirnya, Mei mau melakukan sesuatu yang belum pernah Mei lakuin. Menjadi rela-wati. Kenapa bukan relawan? Karena biar sesuai nama Mei yang ada "wati"nya. Hihihihi. Kegiatan relawan yang pertama kali Mei ikuti adalah kegiatan donor rambut yang dilakuin Yayasan Pita Kuning. Waktu itu lagi iseng aja scroll home Facebook, lihat video anak-anak donor rambut untuk para penderita kanker anak, yang terjadi di Amerika. Trus berpikiran, "di Indonesia ada enggak ya?" . Cari tahu. Dapat. Ah, jadi inget kata-katanya Eyang Paulo, "when you want something, all the universe conspi...

Lulusan Apa?

Seperti biasa, saat enggak ada dosen, kita sekelas pasti bercanda. Enggak tau kenapa, tau-tau kita ngomongin tentang lulusan orang tua. Evan : Ibu gue mah cuma lulusan SMP. Rizky : Lah...lu mah masih mending, van. Noh ibunya Golink (Golink : pentolan di kelas. maklumlah dia pernah tawuran) lulusan pesantren. Evan : Pesantren? lu tau dari mana ky? Rizky : Iye. Lu nggak tau?? Ibunya Golink lulusan pesantren. Pesantren kilat. Tiga hari aja udah selesai dapet sertifikat. Aduh, secara spontan, anak-anak lain yang mendengar percakapan itu langsung tertawa terbahak-bahak.