Langsung ke konten utama

Jual Pilek?

Dikelas lagi ada keributan. Bukan keributan yang main fisik melainkan keributan yang main mental.

Ada tugas kuliah untuk menjadi reseller. Tugas ini dikerjakan berkelompok. Nah, si Memed (biasa jadi cengan) emang bermental baja. Di kelas, tidak ada satu hari pun terlewati tanpa ngecengin Memed. Termasuk hari ini.

"Aduh, mimpi apa gua semalem?? Nyampe harus satu kelompok sama Memed," keluh Evan.

"Mimpi basah kali lu, Van," kata Tiara.

"Iya, mimpi basah gara-gara kecebur sumur akibat si Memed ngejar-ngejar gua," Evan menjelaskan.

"Yeh, ngomong aja lu, Van!" Memed ikut bicara.

"Kita jual apa nih med, ra??" tanya Evan ke Memed dan Tiara, soalnya mereka bertiga sekelompok.

"Gimana kalo jual diri aja??" kata Tiara mengajukan usul.

"Jual diri?? Memed mah enggak bakal laku jual diri juga. Enggak ada yg mau beli," kata Evan.

"Kurang ajar lu, Van!" kata Memed sambil nendang Evan.

"Kalo Memed dituker tambah, enggak ada yang mau. Tuker sama abu gosok, abangnya juga males kalo dituker sama Memed," lanjut Evan.

"Parah lu, Van," kata Tiara sambil ketawa.

"Sabar ya, Med," kata ane ke Memed.

"Tenang aja mei, gua udah biasa kok," kata Memed dengan tenang.

"Gimana kalo kita jual pilek??" usul Evan.

"Ada-ada aja lu, Van," kata Tiara.

"Noh, Memed yang disuruh jual," kata Evan lagi.

"Hahahaha, pileknya yangg bisa gelembung. Kayak balon gitu," kali ini Risti ikut bicara.

"Iya, terus diambil pake tangan," kata Evan.

"Udah, udah... Jorok banget, sih...Kalian jualan yang bener sedikit kenapa??" kata ane sambil berharap pembicaraan tentang pilek ini berkahir.

Namun, kenyataannya, mereka enggak dengerin perrkataan ane. Mereka masih aja membahas untuk menjual pilek.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman & Pengamatan Pribadi di Acara Prambanan Jazz Festival 2017

Sebenarnya, sama sekali enggak kepikiran untuk hadir di acara Prambanan Jazz Festival 2017. Yang dipikirin saat itu cuma, “mau pulang kampung”. Nah, di sini nih peran spontanitas Mei. Beberapa minggu sebelumnya, Mei asal ngomong ke Hesti Sensei, “Sensei, kayaknya kita harus nonton konser bareng, deh”. Hesti sensei pun setuju. Mei pun enggak terlalu menganggap itu serius. Biarkan aja berjalan. Ndilalah, Mei liat e-flayer acara Prambanan Jazz Festival dengan Special Show dari Shane! Mei coba tanya Hesti Sensei. Ternyata, dia amat-sangat-setuju-banget (pemborosan kata, nih) karena dia penggemar Westlife! (Ket: Shane mantan anggota boyband tahun 90-an, Westlife). Berawal dari pengalaman dan pengamatan Mei itulah, Mei memberanikan diri buat nulis ini. Ingat ya, karena ini hanya berdasarkan Mei, jadi tulisan ini bersifat subjektif. 1. Tiket Tiket bisa dibeli online di situs resmi Prambanan Jazz Festival, https://tiketapasaja.co/. Sedangkan kalau kalian mau cari informasi lebih...

Jadi Rela-wati (Bagian 1)

Jadi rela-wati Pernah enggak sih, kalian merasa stuck sama hidup kalian? Gitu-gitu aja. Monoton. Segalanya berjalan lancar. Sampai enggak tau maunya apa, bingung harus bagaimana dan  ke mana? Mei pernah. Apa yang Mei lakuin? Diam. Istirahat. Sambil lihat ke belakang. Sambil menunggu sesuatu. Entah ide, entah angin, entah semut, apa pun itu. Cukup lama Mei seperti itu. Dan akhirnya, Mei mau melakukan sesuatu yang belum pernah Mei lakuin. Menjadi rela-wati. Kenapa bukan relawan? Karena biar sesuai nama Mei yang ada "wati"nya. Hihihihi. Kegiatan relawan yang pertama kali Mei ikuti adalah kegiatan donor rambut yang dilakuin Yayasan Pita Kuning. Waktu itu lagi iseng aja scroll home Facebook, lihat video anak-anak donor rambut untuk para penderita kanker anak, yang terjadi di Amerika. Trus berpikiran, "di Indonesia ada enggak ya?" . Cari tahu. Dapat. Ah, jadi inget kata-katanya Eyang Paulo, "when you want something, all the universe conspi...

Lulusan Apa?

Seperti biasa, saat enggak ada dosen, kita sekelas pasti bercanda. Enggak tau kenapa, tau-tau kita ngomongin tentang lulusan orang tua. Evan : Ibu gue mah cuma lulusan SMP. Rizky : Lah...lu mah masih mending, van. Noh ibunya Golink (Golink : pentolan di kelas. maklumlah dia pernah tawuran) lulusan pesantren. Evan : Pesantren? lu tau dari mana ky? Rizky : Iye. Lu nggak tau?? Ibunya Golink lulusan pesantren. Pesantren kilat. Tiga hari aja udah selesai dapet sertifikat. Aduh, secara spontan, anak-anak lain yang mendengar percakapan itu langsung tertawa terbahak-bahak.