Berbicara dengan ibu ane adalah ritual sore yang sering ane lakuin. Entah itu, ngomongin orang, cerita kejadian yang ane alami hari itu, sampe diberi wejangan-wejangan.
"Ais! Sana mandi udah sore tuh! Dari pagi kan kamu belom mandi!" Ibu mulai ngomel.
"Iya, mah," kata Ais sambil jalan ke kamar mandi.
Akhirnya, Ais selesai mandi dan pergi main. Ibu dan ane lagi asyik duduk di teras depan ngomongin orang.
"Mah, Ais main ya??" tanya Ais yang udah wangi dengan parfum.
"iya, tapi jangan jauh-jauh," jawab Ibu dengan sabar.
"Iya. Oia, mah, bedak di muka Ais belepotan nggak??" tanya Ais
"Enggak kok. Udah cantik," kata Ibu ane.
"Lina kok enggak pernah dibilang cantik sama mama tapi Ais dibilang cantik," kata ane yang mulai cemburu.
"Ih, mau banget dibilang cantik?"
"Mau dong mah, ayo dong...bilang Lina cantik..."
"Eggak mau ah! Nanti kamu ke-ge-er-an!"
"Ayo, dong mah. Bilang Lina cantik..."
"Eggak mau!"
"Ya udah kalo gitu. Lina punya satu pertanyaan buat mama,"
"Apaan pertanyaannya?? 'kamu cantik nggak?' gitu??"
"Bukan. Lina sebenernya anak siapa sih??"
Ibu angsung kabur masuk ke dalam rumah meninggalin ane sendirian terbengong di teras depan rumah.
Komentar