Langsung ke konten utama

Bilang Cantik, dong

Berbicara dengan ibu ane adalah ritual sore yang sering ane lakuin. Entah itu, ngomongin orang, cerita kejadian yang ane alami hari itu, sampe diberi wejangan-wejangan.

"Ais! Sana mandi udah sore tuh! Dari pagi kan kamu belom mandi!" Ibu mulai ngomel.

"Iya, mah," kata Ais sambil jalan ke kamar mandi.


Akhirnya, Ais selesai mandi dan pergi main. Ibu dan ane lagi asyik duduk di teras depan ngomongin orang.

"Mah, Ais main ya??" tanya Ais yang udah wangi dengan parfum.

"iya, tapi jangan jauh-jauh," jawab Ibu dengan sabar.

"Iya. Oia, mah, bedak di muka Ais belepotan nggak??" tanya Ais

"Enggak kok. Udah cantik," kata Ibu ane.

"Lina kok enggak pernah dibilang cantik sama mama tapi Ais dibilang cantik," kata ane yang mulai cemburu.

"Ih, mau banget dibilang cantik?"

"Mau dong mah, ayo dong...bilang Lina cantik..."

"Eggak mau ah! Nanti kamu ke-ge-er-an!"

"Ayo, dong mah. Bilang Lina cantik..."

"Eggak mau!"

"Ya udah kalo gitu. Lina punya satu pertanyaan buat mama,"

"Apaan pertanyaannya?? 'kamu cantik nggak?' gitu??"

"Bukan. Lina sebenernya anak siapa sih??"

Ibu angsung kabur masuk ke dalam rumah meninggalin ane sendirian terbengong di teras depan rumah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman & Pengamatan Pribadi di Acara Prambanan Jazz Festival 2017

Sebenarnya, sama sekali enggak kepikiran untuk hadir di acara Prambanan Jazz Festival 2017. Yang dipikirin saat itu cuma, “mau pulang kampung”. Nah, di sini nih peran spontanitas Mei. Beberapa minggu sebelumnya, Mei asal ngomong ke Hesti Sensei, “Sensei, kayaknya kita harus nonton konser bareng, deh”. Hesti sensei pun setuju. Mei pun enggak terlalu menganggap itu serius. Biarkan aja berjalan. Ndilalah, Mei liat e-flayer acara Prambanan Jazz Festival dengan Special Show dari Shane! Mei coba tanya Hesti Sensei. Ternyata, dia amat-sangat-setuju-banget (pemborosan kata, nih) karena dia penggemar Westlife! (Ket: Shane mantan anggota boyband tahun 90-an, Westlife). Berawal dari pengalaman dan pengamatan Mei itulah, Mei memberanikan diri buat nulis ini. Ingat ya, karena ini hanya berdasarkan Mei, jadi tulisan ini bersifat subjektif. 1. Tiket Tiket bisa dibeli online di situs resmi Prambanan Jazz Festival, https://tiketapasaja.co/. Sedangkan kalau kalian mau cari informasi lebih...

Jadi Rela-wati (Bagian 1)

Jadi rela-wati Pernah enggak sih, kalian merasa stuck sama hidup kalian? Gitu-gitu aja. Monoton. Segalanya berjalan lancar. Sampai enggak tau maunya apa, bingung harus bagaimana dan  ke mana? Mei pernah. Apa yang Mei lakuin? Diam. Istirahat. Sambil lihat ke belakang. Sambil menunggu sesuatu. Entah ide, entah angin, entah semut, apa pun itu. Cukup lama Mei seperti itu. Dan akhirnya, Mei mau melakukan sesuatu yang belum pernah Mei lakuin. Menjadi rela-wati. Kenapa bukan relawan? Karena biar sesuai nama Mei yang ada "wati"nya. Hihihihi. Kegiatan relawan yang pertama kali Mei ikuti adalah kegiatan donor rambut yang dilakuin Yayasan Pita Kuning. Waktu itu lagi iseng aja scroll home Facebook, lihat video anak-anak donor rambut untuk para penderita kanker anak, yang terjadi di Amerika. Trus berpikiran, "di Indonesia ada enggak ya?" . Cari tahu. Dapat. Ah, jadi inget kata-katanya Eyang Paulo, "when you want something, all the universe conspi...

Lulusan Apa?

Seperti biasa, saat enggak ada dosen, kita sekelas pasti bercanda. Enggak tau kenapa, tau-tau kita ngomongin tentang lulusan orang tua. Evan : Ibu gue mah cuma lulusan SMP. Rizky : Lah...lu mah masih mending, van. Noh ibunya Golink (Golink : pentolan di kelas. maklumlah dia pernah tawuran) lulusan pesantren. Evan : Pesantren? lu tau dari mana ky? Rizky : Iye. Lu nggak tau?? Ibunya Golink lulusan pesantren. Pesantren kilat. Tiga hari aja udah selesai dapet sertifikat. Aduh, secara spontan, anak-anak lain yang mendengar percakapan itu langsung tertawa terbahak-bahak.