Langsung ke konten utama

Pesan Singkat dari Paman

Paman ane yang satu ini emang gaul abis (gaul bukan G4h00L). Dari semua paman-paman ane, ane paling deket sama paman ane yg satu ini. Lek Din (nama disamarkan demi kelangsungan hidup ane) bagitu panggilan ane ke beliau.

---------
drrtt....
Ada sms masuk.
Ane liat dengan saksama dan cermat nama pengirim sms tersebut.
"Lek Din"
Tulisan tersebut muncul di layar ponsel ane. Antara percaya dan tidak percaya, dengan pengirim sms tersebut, ane baca berulang-ulang tuh nama pengirim ampe ane eja kayak anak tk baru belajar baca

"Le-k Di-n"

Hal yang ane lakuin, malah bikin ane tambah penasaran sama isi sms paman ane. Langsung deh ane pencet tombol read.

"Na, kapan kamu libur?"

Jeger!!
Ane bagaikan kena petir di tengah lapangan hijau saat siang hari.
"ada apa nih, tumben banget nih lek sms kayak gini." ujar ane dalam hati.

"Kenapa lek? Kok tumben nanya lina liburnya kapan?? Lek mau ngajak lina jalan-jalan ya??"


Sent.

Receive.

"Enggak apa-apa kok. Kangen aja sama lina,"

Suara ketawa ane menggema di kamar. Ibu ane pun heran dengan kelakuan ane. Ane cuma bisa nyengir menjawab pertanyaan beliau.

"Kangen?? nggak salah, lek. Lina besok mau ke Jawa nih..."


Sent.

Recieve.

"Enggak, kok. Besok ke jawa. Ya udah deh. Ati-ati di jalan ya, ndok."

Ane bingung setengah idup sama sms paman ane yg satu ini. Apa sebenarnya motif di balik sms dia ke ane (intonasi para host infotaiment)


-------
Esok harinya

"Lin, kamu udah berangkat?"

"Belom lek. Nanti siang jam 1,"

"Ya udah, ati-ati di jalan. Inget jangan nyopet."

lah, dikira ane pencopet kali ya...
(pencopet hati orang lain sih iya)

"Iya...lagian Lina nggak bakal nyopet kok. Palingan Lina, ngutil."

"Ya udah, nggak apa-apa. Nanti kalo hasil ngutilnya dapet banyak, bagi-bagi lek ya. Tapi inget. Kalo ketauan sama polisi jangan bawa-bawa nama lek."

astaga! punya paman kok kayak gini.

"au ah!" ane bales sms seadanya.

dan smsan itu pun dibalas dengan "wkwkwkwkwk"
ane hanya bisa hopeless punya paman yg bikin ane tekanan batin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman & Pengamatan Pribadi di Acara Prambanan Jazz Festival 2017

Sebenarnya, sama sekali enggak kepikiran untuk hadir di acara Prambanan Jazz Festival 2017. Yang dipikirin saat itu cuma, “mau pulang kampung”. Nah, di sini nih peran spontanitas Mei. Beberapa minggu sebelumnya, Mei asal ngomong ke Hesti Sensei, “Sensei, kayaknya kita harus nonton konser bareng, deh”. Hesti sensei pun setuju. Mei pun enggak terlalu menganggap itu serius. Biarkan aja berjalan. Ndilalah, Mei liat e-flayer acara Prambanan Jazz Festival dengan Special Show dari Shane! Mei coba tanya Hesti Sensei. Ternyata, dia amat-sangat-setuju-banget (pemborosan kata, nih) karena dia penggemar Westlife! (Ket: Shane mantan anggota boyband tahun 90-an, Westlife). Berawal dari pengalaman dan pengamatan Mei itulah, Mei memberanikan diri buat nulis ini. Ingat ya, karena ini hanya berdasarkan Mei, jadi tulisan ini bersifat subjektif. 1. Tiket Tiket bisa dibeli online di situs resmi Prambanan Jazz Festival, https://tiketapasaja.co/. Sedangkan kalau kalian mau cari informasi lebih...

Jadi Rela-wati (Bagian 1)

Jadi rela-wati Pernah enggak sih, kalian merasa stuck sama hidup kalian? Gitu-gitu aja. Monoton. Segalanya berjalan lancar. Sampai enggak tau maunya apa, bingung harus bagaimana dan  ke mana? Mei pernah. Apa yang Mei lakuin? Diam. Istirahat. Sambil lihat ke belakang. Sambil menunggu sesuatu. Entah ide, entah angin, entah semut, apa pun itu. Cukup lama Mei seperti itu. Dan akhirnya, Mei mau melakukan sesuatu yang belum pernah Mei lakuin. Menjadi rela-wati. Kenapa bukan relawan? Karena biar sesuai nama Mei yang ada "wati"nya. Hihihihi. Kegiatan relawan yang pertama kali Mei ikuti adalah kegiatan donor rambut yang dilakuin Yayasan Pita Kuning. Waktu itu lagi iseng aja scroll home Facebook, lihat video anak-anak donor rambut untuk para penderita kanker anak, yang terjadi di Amerika. Trus berpikiran, "di Indonesia ada enggak ya?" . Cari tahu. Dapat. Ah, jadi inget kata-katanya Eyang Paulo, "when you want something, all the universe conspi...

Lulusan Apa?

Seperti biasa, saat enggak ada dosen, kita sekelas pasti bercanda. Enggak tau kenapa, tau-tau kita ngomongin tentang lulusan orang tua. Evan : Ibu gue mah cuma lulusan SMP. Rizky : Lah...lu mah masih mending, van. Noh ibunya Golink (Golink : pentolan di kelas. maklumlah dia pernah tawuran) lulusan pesantren. Evan : Pesantren? lu tau dari mana ky? Rizky : Iye. Lu nggak tau?? Ibunya Golink lulusan pesantren. Pesantren kilat. Tiga hari aja udah selesai dapet sertifikat. Aduh, secara spontan, anak-anak lain yang mendengar percakapan itu langsung tertawa terbahak-bahak.