Langsung ke konten utama

Gagal Diet

Sepertinya, ibu ane gemes juga dengan hobi ngemil ane. Baru aja selesai makan nasi pasti masih nyari camilan. Nonton TV sambil ngemil, ngerjain tugas sambil ngemil, diem pun sambil ngemil. Hobi ngemil ane emang udah parah. Entah hobi ini bisa disebut keuntungan atau kerugian, ane sendiri bingung. Sebanyak apapun ane ngemil atau makan, ane nggak bisa gemuk. Paling, berat badan ane naik 1-2 kg.

Ritual yang biasa ane lakuin setelah makan malam, adalah buka kulkas. Ane buka kulkas bukan untuk ngadem tapi untuk cari makanan yang bisa dimakan (cabe, bawang, gula, ane jadiin cemilan). Ternyata, di dalam kulkas nihil a.k.a enggak ada makanan yang bisa ane makan. Akhirnya, ane buka laci penyimpan makanan ibu ane. Asyik! Ane nemu camilan. Ane langsung berjalan ke ruang TV sambil dekap tuh seplastik camilan.

"Nyam, nyam, nyam...."

"Astaga, kamu, Lin! Baru aja makan udah makan camilan lagi," kata Ibu tanpa ekspresi.

"Mulut Lina enggak bisa diajak kompromi. Maunya ngunyah mulu, nih,"

"Gawat deh, nanti kalo kamu gemuk,"

"Gawat kenapa, mah?? Takut Lina obesitas ya??"

"Bukan...Kalo kamu gemuk kan sayang celana jeans kamu. Celana jeans kamu kan banyak, nanti siapa yang pake? Terus kalo celana jeans kamu pada enggak muat, pasti kamu minta beliin yg baru,"

Jleb! Jleb! Ternyata ibu ane lebih khawatir sama celana jeans ane dibanding ane.

"Ya udah deh. Besok lina diet," kata ane sambil cemberut.

"Terserah kamu,"

Esok harinya, ane bener-bener diet. Mengurangi ngemil, mengurangi makan karbohidrat, memperbanyak makan sayur, dam memperbanyak olahraga.

"Mah, hari ini masak apa??"

"Liat aja noh di dapur,"

Ane ke dapur, membuka tutup penggorengan dan melihat isi penggorengan. Ternyata ibu masak kentang balado. Ane liat penggorengan lain, ternyata kosong. Berarti hari ini ibu cuma masak kentang balado. Aarrgghh!!

"Mah, cuma masak ini??"

"Lah, iya. Emang mau masak apalagi??"

"Mama kan tau, Lina lagi diet. Ngurangin makan karbohidrat. Nah, nasi sama kentang mah karbohidrat,"

"Ya udah, kalo nggak suka nggak usah makan. Besok masak sendiri!"

"Waduh, kok jadi begini?"

Alhasil, pada hari itu ane nggak bisa ngurangin makan karbohidrat. Ane melihat Ais dari kejauhan, menuju tempat ane berada, dapur. Weits, apa itu yang lagi dipegang Ais? Bentar deh, perhatiin dulu. Waduh, ternyata dia lagi ngemil. Tahan. Tahan. jangan makan camilan.

"Mba Lina mau? Nih..."

"Enggak ah, Mba Lina kan lagi diet,"

"Yakin??"

"Mmmmm..."

"Enak loh, mba,"

Ane tetep bergeming.

"Kalo enggak mau, Ais abisin ya," ucap Ais sambil pergi meninggalkan ane yang lagi di dapur.

"Bentar dulu! Mba Lina mau,"

"Nih..."

"Asyik! Camilan!"

Enggak butuh waktu yang lama camilan itu abis ane makan. Alhasil, diet ane pun gagal.

"Mama gimana sih, kemaren katanya Lina enggak boleh banyak makan sama ngemil. Tapi hari ini diet Lina malah digagalin," ane protes.

"Lagian kamu, segala pake diet," ucap ibu tetep dengan wajah tanpa ekspresi.

"Lah, kan kemaren mama yang bilang,"

"Syukurin, dietnya gagal," kata ibu sambil tertawa.

"Makanya, jangan sok-sok-an diet," Ais ikut berkomentar sambil tertawa.

Ane cuma bisa menghela nafas sambil berpikir, Aduh, keluarga ane kok, gini amat ya?.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman & Pengamatan Pribadi di Acara Prambanan Jazz Festival 2017

Sebenarnya, sama sekali enggak kepikiran untuk hadir di acara Prambanan Jazz Festival 2017. Yang dipikirin saat itu cuma, “mau pulang kampung”. Nah, di sini nih peran spontanitas Mei. Beberapa minggu sebelumnya, Mei asal ngomong ke Hesti Sensei, “Sensei, kayaknya kita harus nonton konser bareng, deh”. Hesti sensei pun setuju. Mei pun enggak terlalu menganggap itu serius. Biarkan aja berjalan. Ndilalah, Mei liat e-flayer acara Prambanan Jazz Festival dengan Special Show dari Shane! Mei coba tanya Hesti Sensei. Ternyata, dia amat-sangat-setuju-banget (pemborosan kata, nih) karena dia penggemar Westlife! (Ket: Shane mantan anggota boyband tahun 90-an, Westlife). Berawal dari pengalaman dan pengamatan Mei itulah, Mei memberanikan diri buat nulis ini. Ingat ya, karena ini hanya berdasarkan Mei, jadi tulisan ini bersifat subjektif. 1. Tiket Tiket bisa dibeli online di situs resmi Prambanan Jazz Festival, https://tiketapasaja.co/. Sedangkan kalau kalian mau cari informasi lebih...

Jadi Rela-wati (Bagian 1)

Jadi rela-wati Pernah enggak sih, kalian merasa stuck sama hidup kalian? Gitu-gitu aja. Monoton. Segalanya berjalan lancar. Sampai enggak tau maunya apa, bingung harus bagaimana dan  ke mana? Mei pernah. Apa yang Mei lakuin? Diam. Istirahat. Sambil lihat ke belakang. Sambil menunggu sesuatu. Entah ide, entah angin, entah semut, apa pun itu. Cukup lama Mei seperti itu. Dan akhirnya, Mei mau melakukan sesuatu yang belum pernah Mei lakuin. Menjadi rela-wati. Kenapa bukan relawan? Karena biar sesuai nama Mei yang ada "wati"nya. Hihihihi. Kegiatan relawan yang pertama kali Mei ikuti adalah kegiatan donor rambut yang dilakuin Yayasan Pita Kuning. Waktu itu lagi iseng aja scroll home Facebook, lihat video anak-anak donor rambut untuk para penderita kanker anak, yang terjadi di Amerika. Trus berpikiran, "di Indonesia ada enggak ya?" . Cari tahu. Dapat. Ah, jadi inget kata-katanya Eyang Paulo, "when you want something, all the universe conspi...

Lulusan Apa?

Seperti biasa, saat enggak ada dosen, kita sekelas pasti bercanda. Enggak tau kenapa, tau-tau kita ngomongin tentang lulusan orang tua. Evan : Ibu gue mah cuma lulusan SMP. Rizky : Lah...lu mah masih mending, van. Noh ibunya Golink (Golink : pentolan di kelas. maklumlah dia pernah tawuran) lulusan pesantren. Evan : Pesantren? lu tau dari mana ky? Rizky : Iye. Lu nggak tau?? Ibunya Golink lulusan pesantren. Pesantren kilat. Tiga hari aja udah selesai dapet sertifikat. Aduh, secara spontan, anak-anak lain yang mendengar percakapan itu langsung tertawa terbahak-bahak.