Sepertinya, ibu ane gemes juga dengan hobi ngemil ane. Baru aja selesai makan nasi pasti masih nyari camilan. Nonton TV sambil ngemil, ngerjain tugas sambil ngemil, diem pun sambil ngemil. Hobi ngemil ane emang udah parah. Entah hobi ini bisa disebut keuntungan atau kerugian, ane sendiri bingung. Sebanyak apapun ane ngemil atau makan, ane nggak bisa gemuk. Paling, berat badan ane naik 1-2 kg.
Ritual yang biasa ane lakuin setelah makan malam, adalah buka kulkas. Ane buka kulkas bukan untuk ngadem tapi untuk cari makanan yang bisa dimakan (cabe, bawang, gula, ane jadiin cemilan). Ternyata, di dalam kulkas nihil a.k.a enggak ada makanan yang bisa ane makan. Akhirnya, ane buka laci penyimpan makanan ibu ane. Asyik! Ane nemu camilan. Ane langsung berjalan ke ruang TV sambil dekap tuh seplastik camilan.
"Nyam, nyam, nyam...."
"Astaga, kamu, Lin! Baru aja makan udah makan camilan lagi," kata Ibu tanpa ekspresi.
"Mulut Lina enggak bisa diajak kompromi. Maunya ngunyah mulu, nih,"
"Gawat deh, nanti kalo kamu gemuk,"
"Gawat kenapa, mah?? Takut Lina obesitas ya??"
"Bukan...Kalo kamu gemuk kan sayang celana jeans kamu. Celana jeans kamu kan banyak, nanti siapa yang pake? Terus kalo celana jeans kamu pada enggak muat, pasti kamu minta beliin yg baru,"
Jleb! Jleb! Ternyata ibu ane lebih khawatir sama celana jeans ane dibanding ane.
"Ya udah deh. Besok lina diet," kata ane sambil cemberut.
"Terserah kamu,"
Esok harinya, ane bener-bener diet. Mengurangi ngemil, mengurangi makan karbohidrat, memperbanyak makan sayur, dam memperbanyak olahraga.
"Mah, hari ini masak apa??"
"Liat aja noh di dapur,"
Ane ke dapur, membuka tutup penggorengan dan melihat isi penggorengan. Ternyata ibu masak kentang balado. Ane liat penggorengan lain, ternyata kosong. Berarti hari ini ibu cuma masak kentang balado. Aarrgghh!!
"Mah, cuma masak ini??"
"Lah, iya. Emang mau masak apalagi??"
"Mama kan tau, Lina lagi diet. Ngurangin makan karbohidrat. Nah, nasi sama kentang mah karbohidrat,"
"Ya udah, kalo nggak suka nggak usah makan. Besok masak sendiri!"
"Waduh, kok jadi begini?"
Alhasil, pada hari itu ane nggak bisa ngurangin makan karbohidrat. Ane melihat Ais dari kejauhan, menuju tempat ane berada, dapur. Weits, apa itu yang lagi dipegang Ais? Bentar deh, perhatiin dulu. Waduh, ternyata dia lagi ngemil. Tahan. Tahan. jangan makan camilan.
"Mba Lina mau? Nih..."
"Enggak ah, Mba Lina kan lagi diet,"
"Yakin??"
"Mmmmm..."
"Enak loh, mba,"
Ane tetep bergeming.
"Kalo enggak mau, Ais abisin ya," ucap Ais sambil pergi meninggalkan ane yang lagi di dapur.
"Bentar dulu! Mba Lina mau,"
"Nih..."
"Asyik! Camilan!"
Enggak butuh waktu yang lama camilan itu abis ane makan. Alhasil, diet ane pun gagal.
"Mama gimana sih, kemaren katanya Lina enggak boleh banyak makan sama ngemil. Tapi hari ini diet Lina malah digagalin," ane protes.
"Lagian kamu, segala pake diet," ucap ibu tetep dengan wajah tanpa ekspresi.
"Lah, kan kemaren mama yang bilang,"
"Syukurin, dietnya gagal," kata ibu sambil tertawa.
"Makanya, jangan sok-sok-an diet," Ais ikut berkomentar sambil tertawa.
Ane cuma bisa menghela nafas sambil berpikir, Aduh, keluarga ane kok, gini amat ya?.
"Nyam, nyam, nyam...."
"Astaga, kamu, Lin! Baru aja makan udah makan camilan lagi," kata Ibu tanpa ekspresi.
"Mulut Lina enggak bisa diajak kompromi. Maunya ngunyah mulu, nih,"
"Gawat deh, nanti kalo kamu gemuk,"
"Gawat kenapa, mah?? Takut Lina obesitas ya??"
"Bukan...Kalo kamu gemuk kan sayang celana jeans kamu. Celana jeans kamu kan banyak, nanti siapa yang pake? Terus kalo celana jeans kamu pada enggak muat, pasti kamu minta beliin yg baru,"
Jleb! Jleb! Ternyata ibu ane lebih khawatir sama celana jeans ane dibanding ane.
"Ya udah deh. Besok lina diet," kata ane sambil cemberut.
"Terserah kamu,"
Esok harinya, ane bener-bener diet. Mengurangi ngemil, mengurangi makan karbohidrat, memperbanyak makan sayur, dam memperbanyak olahraga.
"Mah, hari ini masak apa??"
"Liat aja noh di dapur,"
Ane ke dapur, membuka tutup penggorengan dan melihat isi penggorengan. Ternyata ibu masak kentang balado. Ane liat penggorengan lain, ternyata kosong. Berarti hari ini ibu cuma masak kentang balado. Aarrgghh!!
"Mah, cuma masak ini??"
"Lah, iya. Emang mau masak apalagi??"
"Mama kan tau, Lina lagi diet. Ngurangin makan karbohidrat. Nah, nasi sama kentang mah karbohidrat,"
"Ya udah, kalo nggak suka nggak usah makan. Besok masak sendiri!"
"Waduh, kok jadi begini?"
Alhasil, pada hari itu ane nggak bisa ngurangin makan karbohidrat. Ane melihat Ais dari kejauhan, menuju tempat ane berada, dapur. Weits, apa itu yang lagi dipegang Ais? Bentar deh, perhatiin dulu. Waduh, ternyata dia lagi ngemil. Tahan. Tahan. jangan makan camilan.
"Mba Lina mau? Nih..."
"Enggak ah, Mba Lina kan lagi diet,"
"Yakin??"
"Mmmmm..."
"Enak loh, mba,"
Ane tetep bergeming.
"Kalo enggak mau, Ais abisin ya," ucap Ais sambil pergi meninggalkan ane yang lagi di dapur.
"Bentar dulu! Mba Lina mau,"
"Nih..."
"Asyik! Camilan!"
Enggak butuh waktu yang lama camilan itu abis ane makan. Alhasil, diet ane pun gagal.
"Mama gimana sih, kemaren katanya Lina enggak boleh banyak makan sama ngemil. Tapi hari ini diet Lina malah digagalin," ane protes.
"Lagian kamu, segala pake diet," ucap ibu tetep dengan wajah tanpa ekspresi.
"Lah, kan kemaren mama yang bilang,"
"Syukurin, dietnya gagal," kata ibu sambil tertawa.
"Makanya, jangan sok-sok-an diet," Ais ikut berkomentar sambil tertawa.
Ane cuma bisa menghela nafas sambil berpikir, Aduh, keluarga ane kok, gini amat ya?.
Komentar