Langsung ke konten utama

Sindiran Part1

Gemes. Mungkin itu yang ibu ane alami. Soalnya, beliau enggak pernah ane kenalin sama cowo yg sebagai pacar ane. Bukan berarti ane maho. Ane normal kok. Ane cuma nunggu orang yang beruntung dapetin ane.  

Saat itu, lagi asyik nonton TV bersama ibu. Ritual yang biasa ane lakuin saat nonton TV pun enggak ketinggalan yaitu ngemil. Di dekapan ane udah ada setoples kerupuk sebagai cemilan saat itu. Ibu ane lagi asyik nonton TV. Acara yang ditonton lagi ngebahas tentang bela diri.

"Ibu sih, waktu Lina SMP, Lina enggak diiznin buat ikut bela diri," kata ane, membuka pembicaraan.

"Emang buat apaan bisa bela diri?" tanya Ibu yang mulai bingung tapi tetep dengan ekspresi wajah datar.

"Lah, kalau Lina bisa bela diri kan, Lina enggak lemah kayak gini,"

"Kamu enggak bisa bela diri aja nggak ada yang deketin. Gimana kalau kamu bisa bela diri?"

Jeder! Jeder! Jeder! (Ceritanya suara petir di siang hari bolong).

Ane langsung jadi patung. Diam, bisu, kaku itu yang langsung ane rasakan. Ane coba untuk memutar otak, menemukan jawaban atas pernyataan yang mendalam itu. Hasilnya, tetep nihil. Ane nggak bisa berkata apa-apa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman & Pengamatan Pribadi di Acara Prambanan Jazz Festival 2017

Sebenarnya, sama sekali enggak kepikiran untuk hadir di acara Prambanan Jazz Festival 2017. Yang dipikirin saat itu cuma, “mau pulang kampung”. Nah, di sini nih peran spontanitas Mei. Beberapa minggu sebelumnya, Mei asal ngomong ke Hesti Sensei, “Sensei, kayaknya kita harus nonton konser bareng, deh”. Hesti sensei pun setuju. Mei pun enggak terlalu menganggap itu serius. Biarkan aja berjalan. Ndilalah, Mei liat e-flayer acara Prambanan Jazz Festival dengan Special Show dari Shane! Mei coba tanya Hesti Sensei. Ternyata, dia amat-sangat-setuju-banget (pemborosan kata, nih) karena dia penggemar Westlife! (Ket: Shane mantan anggota boyband tahun 90-an, Westlife). Berawal dari pengalaman dan pengamatan Mei itulah, Mei memberanikan diri buat nulis ini. Ingat ya, karena ini hanya berdasarkan Mei, jadi tulisan ini bersifat subjektif. 1. Tiket Tiket bisa dibeli online di situs resmi Prambanan Jazz Festival, https://tiketapasaja.co/. Sedangkan kalau kalian mau cari informasi lebih...

Jadi Rela-wati (Bagian 1)

Jadi rela-wati Pernah enggak sih, kalian merasa stuck sama hidup kalian? Gitu-gitu aja. Monoton. Segalanya berjalan lancar. Sampai enggak tau maunya apa, bingung harus bagaimana dan  ke mana? Mei pernah. Apa yang Mei lakuin? Diam. Istirahat. Sambil lihat ke belakang. Sambil menunggu sesuatu. Entah ide, entah angin, entah semut, apa pun itu. Cukup lama Mei seperti itu. Dan akhirnya, Mei mau melakukan sesuatu yang belum pernah Mei lakuin. Menjadi rela-wati. Kenapa bukan relawan? Karena biar sesuai nama Mei yang ada "wati"nya. Hihihihi. Kegiatan relawan yang pertama kali Mei ikuti adalah kegiatan donor rambut yang dilakuin Yayasan Pita Kuning. Waktu itu lagi iseng aja scroll home Facebook, lihat video anak-anak donor rambut untuk para penderita kanker anak, yang terjadi di Amerika. Trus berpikiran, "di Indonesia ada enggak ya?" . Cari tahu. Dapat. Ah, jadi inget kata-katanya Eyang Paulo, "when you want something, all the universe conspi...

Lulusan Apa?

Seperti biasa, saat enggak ada dosen, kita sekelas pasti bercanda. Enggak tau kenapa, tau-tau kita ngomongin tentang lulusan orang tua. Evan : Ibu gue mah cuma lulusan SMP. Rizky : Lah...lu mah masih mending, van. Noh ibunya Golink (Golink : pentolan di kelas. maklumlah dia pernah tawuran) lulusan pesantren. Evan : Pesantren? lu tau dari mana ky? Rizky : Iye. Lu nggak tau?? Ibunya Golink lulusan pesantren. Pesantren kilat. Tiga hari aja udah selesai dapet sertifikat. Aduh, secara spontan, anak-anak lain yang mendengar percakapan itu langsung tertawa terbahak-bahak.