Langsung ke konten utama

Hal yang Dilupakan Saat Hujan

Seperti biasa, geng UP lagi ngumpul di rumah Linda. Tiba-tiba terdengar suara
kruuuk!!

"Aduh, Mei laper nih. Makan yuk!" ajak ane yang ngeluarin suara aneh itu.

"Gue juga laper. Nda, kasih makan dong kita-kita. Kita kan tamu di sini," ujar Ketty, ngebelain ane.

linda : yeh! jadi tamu nggak diundang, ngerepotin lagi!

septi : iya, nih nda. laper...makan bakso yuk!

linda : iya, iya makan bakso. pake duit sendiri ye!

ketty : ah, nda mah pelit!

linda : bukannya pelit! gue lagi kanker nih!

ketty : iya, iya...

akhirnya geng UP makan bakso di suatu tempat makan bakso (ya, iyalah tempat makan bakso, masa tempat makan masakan padang).
kami makan dengan lahap. tiba-tiba BYUUURRR!! hujan deras sekali turun.

ketty : Yah…ujan deh…

Kami berempat terjebak di tempat makan bakso.

15 menit ...

30 menit ...

1 jam ...

ujan belum juga berhenti.

ketty : Ujannya berenti lama banget sih!

ane : Gimana kalo kita nekat aja?

septi : Yakin? Ini masih deres loh…

linda : Nekat aja deh, kasian abang tukang baksonya, udah bosen tuh ngeliatin kita.

Kami bertekat untuk menerjang hujan.

BESS!!
seketika baju kami basah kuyup.

Linda : Aduh, nih emak-emak yang satu ini lama banget jalannya.

ane : Biarkan air hujan membasahi tubuhku. Biarkan semua kesedihan yang kurasa pergi bersama tetes-tetes air hujan itu.

linda : Aduh…susah deh ini emak-emak.

ketty : Bilang aja ngerasa batin tertekan gara-gara banyak tugas.

Ane cuma nyengir kuda menanggapi mereka.

septi : Udah, udah. Ayo jalan lagi.

Kami berjalan lagi menerobos hujan yang kini sudah reda. Aku tetap berjalan santai.
Tiba-tiba aku mengingat sesuatu dan berbicara kepada ketiga temanku.

ane : eh! Kayaknya mei inget sesuatu deh.

ane langsung berteduh di sebuah pohon dan membuka tas.

ane : Bener kan bawa

linda : Apaan sih? Ini emak-emak dari tadi repot banget dah ah!

ane : Nih! mei bawa kan. Hehehehehe. (kata ane dengan senyum kuda sambil memegang payung)

Ketty : Au ah! Udah basah kuyup begini baru inget bawa payung. Percuma!

Septi : Aduh, bener-bener nih.

linda : Susah dah, punya emak pelupa. Bikin tekanan batin aja.

ane : Ya udah, nggak usah dibahas lagi. nah, sekarang siapa yang mau payungan sama mei?

Ketty, linda, septi : NGGAK MAU!

ane : waduh, kompak amat jawabnya, Ya udah, mei payungan sendiri aja.

Hujan sudah berhenti. Pakaian yang kami pakai juga sudah kering. Saatnya kami pulang. ane, ketty, dan septi diantarkan linda sampai pengkolan jalan yang biasa dilewati angkot.

Ketty : Lah, dibaju lu ada ini? (sambil memegang hoodie yang ada di baju Linda bagian belakang.)

linda : Hehehehehe. Gua aja lupa kalo dibaju gua ada ini.

ane :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman & Pengamatan Pribadi di Acara Prambanan Jazz Festival 2017

Sebenarnya, sama sekali enggak kepikiran untuk hadir di acara Prambanan Jazz Festival 2017. Yang dipikirin saat itu cuma, “mau pulang kampung”. Nah, di sini nih peran spontanitas Mei. Beberapa minggu sebelumnya, Mei asal ngomong ke Hesti Sensei, “Sensei, kayaknya kita harus nonton konser bareng, deh”. Hesti sensei pun setuju. Mei pun enggak terlalu menganggap itu serius. Biarkan aja berjalan. Ndilalah, Mei liat e-flayer acara Prambanan Jazz Festival dengan Special Show dari Shane! Mei coba tanya Hesti Sensei. Ternyata, dia amat-sangat-setuju-banget (pemborosan kata, nih) karena dia penggemar Westlife! (Ket: Shane mantan anggota boyband tahun 90-an, Westlife). Berawal dari pengalaman dan pengamatan Mei itulah, Mei memberanikan diri buat nulis ini. Ingat ya, karena ini hanya berdasarkan Mei, jadi tulisan ini bersifat subjektif. 1. Tiket Tiket bisa dibeli online di situs resmi Prambanan Jazz Festival, https://tiketapasaja.co/. Sedangkan kalau kalian mau cari informasi lebih...

Jadi Rela-wati (Bagian 1)

Jadi rela-wati Pernah enggak sih, kalian merasa stuck sama hidup kalian? Gitu-gitu aja. Monoton. Segalanya berjalan lancar. Sampai enggak tau maunya apa, bingung harus bagaimana dan  ke mana? Mei pernah. Apa yang Mei lakuin? Diam. Istirahat. Sambil lihat ke belakang. Sambil menunggu sesuatu. Entah ide, entah angin, entah semut, apa pun itu. Cukup lama Mei seperti itu. Dan akhirnya, Mei mau melakukan sesuatu yang belum pernah Mei lakuin. Menjadi rela-wati. Kenapa bukan relawan? Karena biar sesuai nama Mei yang ada "wati"nya. Hihihihi. Kegiatan relawan yang pertama kali Mei ikuti adalah kegiatan donor rambut yang dilakuin Yayasan Pita Kuning. Waktu itu lagi iseng aja scroll home Facebook, lihat video anak-anak donor rambut untuk para penderita kanker anak, yang terjadi di Amerika. Trus berpikiran, "di Indonesia ada enggak ya?" . Cari tahu. Dapat. Ah, jadi inget kata-katanya Eyang Paulo, "when you want something, all the universe conspi...

Lulusan Apa?

Seperti biasa, saat enggak ada dosen, kita sekelas pasti bercanda. Enggak tau kenapa, tau-tau kita ngomongin tentang lulusan orang tua. Evan : Ibu gue mah cuma lulusan SMP. Rizky : Lah...lu mah masih mending, van. Noh ibunya Golink (Golink : pentolan di kelas. maklumlah dia pernah tawuran) lulusan pesantren. Evan : Pesantren? lu tau dari mana ky? Rizky : Iye. Lu nggak tau?? Ibunya Golink lulusan pesantren. Pesantren kilat. Tiga hari aja udah selesai dapet sertifikat. Aduh, secara spontan, anak-anak lain yang mendengar percakapan itu langsung tertawa terbahak-bahak.