Langsung ke konten utama

Miss Invisible

Entah mengapa, akhir-akhir ini lagi suka banget denger lagu Miss Invisible by Marie Digby. Pertama kali denger sih, versi Taylor Swift. Mau versi siapa pun atau siapa pun yang menyanyikan, nggak masalah bagi ane karena ane tetep suka ^_^.





Ini liriknya :'-)
Siap-siap tissue...

-Miss Invisible-
There's a girl
Who sits under the bleachers
Just another day eating alone
And though she smiles
There is something just hiding
And she cant' find a way to relate
She just goes unnoticed
As the crowd passes by
And she'll pretend to be busy
When inside she just wants to cry
She'll say...

[Chorus]
Take a little look at the life of Miss Always Invisible
Look a little harder, I really really want you to put yourself in her shoes
Take another look at the face of Miss Always Invisible
Look a little closer and maybe then you will see why she waits for the
day
When you'll ask her her name

The beginning, in the first weeks of class
She did everything to try and fit in
But the others they couldn't seem to get past all the things that
mismatched on the surface
And she would close her eyes when they left and as she fell down the
stairs
And the more that they joked
And the more that they screamed
She retreated to where she is now
And she'll sing...

[Chorus]
Take a little look at the life of Miss Always Invisible
Look a little harder I really, really want you to put yourself in her shoes,
yeah, yeah
Take a little look at the face of Miss Always Invisible
Look a little closer and maybe then you will see why she waits for the
day that
you will ask her name

Then one day, just the same as the last
Just, the days been in counting the time
Came a boy, that sat under the bleachers just a little bit further
behind...


Mari kita coba jabarkan alasan ane suka lagu ini. Mungkin karena lagu ini "ane banget". Sebentar, ane pikir dulu. Sepertinya enggak juga, soalnya ane nggak pernah di-bully seperti gadis yang ada di lagu itu. 

Mungkin karena lagu ini menggambarkan temen-temen ane. Ah, enggak juga, kok. Temen-temen ane enggak kenal sama yang namanya di-bully dan mem-bully. Mereka semua baik-baik aja kok.

Ya. Hingga saat ane nulis ini, ane sendiri pun enggak tau alesan ane suka lagu ini. Satu hal yang ane tau pasti, ane langsung jatuh cinta sama lagu ini saat pertama kali denger lagu ini ^_^.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman & Pengamatan Pribadi di Acara Prambanan Jazz Festival 2017

Sebenarnya, sama sekali enggak kepikiran untuk hadir di acara Prambanan Jazz Festival 2017. Yang dipikirin saat itu cuma, “mau pulang kampung”. Nah, di sini nih peran spontanitas Mei. Beberapa minggu sebelumnya, Mei asal ngomong ke Hesti Sensei, “Sensei, kayaknya kita harus nonton konser bareng, deh”. Hesti sensei pun setuju. Mei pun enggak terlalu menganggap itu serius. Biarkan aja berjalan. Ndilalah, Mei liat e-flayer acara Prambanan Jazz Festival dengan Special Show dari Shane! Mei coba tanya Hesti Sensei. Ternyata, dia amat-sangat-setuju-banget (pemborosan kata, nih) karena dia penggemar Westlife! (Ket: Shane mantan anggota boyband tahun 90-an, Westlife). Berawal dari pengalaman dan pengamatan Mei itulah, Mei memberanikan diri buat nulis ini. Ingat ya, karena ini hanya berdasarkan Mei, jadi tulisan ini bersifat subjektif. 1. Tiket Tiket bisa dibeli online di situs resmi Prambanan Jazz Festival, https://tiketapasaja.co/. Sedangkan kalau kalian mau cari informasi lebih...

Jadi Rela-wati (Bagian 1)

Jadi rela-wati Pernah enggak sih, kalian merasa stuck sama hidup kalian? Gitu-gitu aja. Monoton. Segalanya berjalan lancar. Sampai enggak tau maunya apa, bingung harus bagaimana dan  ke mana? Mei pernah. Apa yang Mei lakuin? Diam. Istirahat. Sambil lihat ke belakang. Sambil menunggu sesuatu. Entah ide, entah angin, entah semut, apa pun itu. Cukup lama Mei seperti itu. Dan akhirnya, Mei mau melakukan sesuatu yang belum pernah Mei lakuin. Menjadi rela-wati. Kenapa bukan relawan? Karena biar sesuai nama Mei yang ada "wati"nya. Hihihihi. Kegiatan relawan yang pertama kali Mei ikuti adalah kegiatan donor rambut yang dilakuin Yayasan Pita Kuning. Waktu itu lagi iseng aja scroll home Facebook, lihat video anak-anak donor rambut untuk para penderita kanker anak, yang terjadi di Amerika. Trus berpikiran, "di Indonesia ada enggak ya?" . Cari tahu. Dapat. Ah, jadi inget kata-katanya Eyang Paulo, "when you want something, all the universe conspi...

Lulusan Apa?

Seperti biasa, saat enggak ada dosen, kita sekelas pasti bercanda. Enggak tau kenapa, tau-tau kita ngomongin tentang lulusan orang tua. Evan : Ibu gue mah cuma lulusan SMP. Rizky : Lah...lu mah masih mending, van. Noh ibunya Golink (Golink : pentolan di kelas. maklumlah dia pernah tawuran) lulusan pesantren. Evan : Pesantren? lu tau dari mana ky? Rizky : Iye. Lu nggak tau?? Ibunya Golink lulusan pesantren. Pesantren kilat. Tiga hari aja udah selesai dapet sertifikat. Aduh, secara spontan, anak-anak lain yang mendengar percakapan itu langsung tertawa terbahak-bahak.