Pertengahan Bulan Desember adalah momen sibuk bagi orang-orang yang masih punya status pelajar. Gimana nggak? Kan saat itu saat ujian semester 1 :D. Ya, walaupun banyak siswa/siswi yang bakal anggap enteng momen ini, "ah, gampang. Nanti nyontek aja", biasaanya mereka berusaha menenangkan dirinya dengan pernyataan itu. Sebenernya sih nggak mau mikirin tentang ujian, tapi kepikiran :D. Hayo, ngaku yang sama ngerasain kayak yang ane rasain :D.
Di sini ane nggak bakal ngebahas tentang cara jitu nyontek yang baik dan benar sehingga nggak ketauan oleh pengawas. Terserah mau percaya atau nggak, ane nggak berpengalaman buat nyontek, makanya ane nggak mau ngasih tips dan trik itu :D. Nggak pernah nyontek? Terus selama ini kalo ikut ujian gimana? Hehehehehe. Kebetulan ane punya kemampuan yang sedikiiittttt lebih di bidang mengarang dan asal tebak :D. Jadi, ya nilai ane lumayan. Lumayan lah, nggak bikin ortu ane ngomel-ngomel karena nilai :D.
Ok, kembali ke tema. Ane bakal bahas tentang kebiasaan orang-orang yang berstatus pelajar setelah keluar ruang ujian.
Hal yang biasa jika kita melaksanakan ujian di suatu ruangan. Biasanya sih ruang kelas, orang-orang yang di kelas pun itu temen-temen kita sendiri. Kan masih ujian semester 1 bukan ujian SNMPTN :D. Nah, selama di ruangan itu berbagai ekspresi si peserta ujian bermacam-macam. Mulai dari santai sampai kebingungan mau nulis apa di kertas jawaban. Ekspresi yang semangat ngerjain? Ada kok tapi jarang banget. Sepertinya ane masuk yang biasa aja, tapi tau-tau ngumpulin kertas soal sama jawaban duluan, dan yang ajaib, kertas jawabannya penuh!! Penuh sama curhatan ane. Hehehehehehe.
Nah, setelah ngerjain soalnya, ngumpulin kertas soalnya, para peserta ujian yang telah selesai pasti disuruh keluar ruangan. Iya kan? Biar para peserta ujian yang belum selesai bisa konsentrasi buat ngerjain soalnya. Ah, padahal mah sebenernya para peserta yang belum selesai itu lagi nunggu jawaban temen-temennya :D.
Kebiasaan setelah selesai ujian adalah bertanya ke teman yang ada di luar ruangan (karena udah selesai) tentang jawaban dia saat ujian tadi. Nyocokin jawaban lah.
"Mei, nomor 3 lu apa jawabannya?" tanya seorang teman ane.
"Yakin, mau tau?" tanya ane agak ragu.
"Yakin."
"Ah, nanti depresi lagi."
"Cepetan Mei, jawaban lu apa?"
"Kalo Mei jawabannnya 'bla bla bla bla'...."
Kenapa ane ragu sampe ane tanya balik ke temen ane? Simple aja. Mereka menjadikan ane sebagai patokan. Kalo jawaban mereka beda dari jawaban ane, mereka langsung me-label-i kalo jawaban mereka salah. Terus kalau mereka salah, mereka akan mengumpat dengan kata-kata, "moyet!", "ta*i!, "sh*it!", dan lain-lain. Tuh kan malah kata-kata kasar yang keluar. Masih lebih baik sih, kalau cuma mengumpat, tapi kalau sampai depresi? stress?? Oh, maaf itu di luar tanggung jawab ane (sambil melambaikan tangan di depan kamera). Bukankah lebih baik diem aja, nggak nanya ke orang lain tentang jawaban ujian tadi? :D
Kebiasaan ini mungkin udah jadi tradisi ya. Hampir 95% temen-temen ane ngelakuin kebiasaan itu. Dan ane pun tetap dengan reaksi yang sama dan jawaban yang sama.
Memang sih, bertanya tentang jawaban ujian itu bisa menjawab rasa penasaran. Ane akuin itu. Tapi, bisa nggak nilai yang kita dapet itu jadi kejutan kecil? Kita udah ngerjain semampu kita, biarkan Tuhan 'bekerja'. Jadi, bukankah kita seharusnya bertawakal, menyerahkan semua kepada Tuhan?
Itulah cara pandang ane. Terserah kalian mau menilai bagaimana. Bebas kok. Silahkan berpendapat. :D
Komentar