Masih terekam jelas di otak kita peristiwa tentang dukun cilik Ponari, bukan? Peristiwa dukun cilik ini pun masih ane inget. Tumben, biasanya sering lupa. Kenapa hal ini ane inget? Karena hal ini berkaitan dengan perkataan ibu ane. Ya. Perkataan ibu ane yang seringkali dalem a.k.a menyakitkan hati. Weits, tenang aja. Ada pengaruh positifnya kok punya ibu seperti ini, ane jadi kebal sama kata-kata dalem.
Percakapan ini terjadi
saat sore hari. Saat ane masih kelas 2 SMK. Ane dan Ibu ane lagi
asyik nonton tv di ruang tengah. Eh, trus liat berita tentang
penghasilan si dukun cilik Ponari. Seperti yg kita tau, emang
penghasilannya nggak bisa dibilang kecil."Lin, kamu nggak usah sekolah aja deh," Ibu ane ngajak ane ngobrol dengan memulai menyapa ane dengan panggilan 'Lina'.
"Lah, kenapa mah?? Lina kan mau terus sekolah. Lina kan mau gapai cita-cita lina," tanya ane yang nggak nyangka ibu bakal nanya begitu.
"Udah, kamu nggak usah sekolah aj. Mendingan Nyari batu aja gih! Siapa tau bisa jadi kayak Ponari! Kan dia jadi kaya sekarang,"
Tiba-tiba suasana hening. Ane berusaha mencerna perkataan ibu.
Akhirnya, ane bisa menangkap pesan yang dikomunikasikan ibu.
"Mama...," ane cuma bisa merengek.
Komentar