Langsung ke konten utama

Bunyi Apa Tuh?

Salah satu hal yang dilakukan geng UP adalah ngumpul di teras depan kelas. Ane, Kety, dan Septi duduk di anak tangga paling atas. Sementara itu, Linda berdiri di seberang tangga. Ane duduk di anak tangga ke-10, Ketty duduk di anak tangga ke-12, sedangkan Septi duduk di anak tangga ke-15. Kita lagi asyik bercanda sekaligus main kata-kataan persis kayak anak kecil. Tiba-tiba dari arah belakang kita, temen ane sebut aja namanya Badu, dateng kemudian jongkok.

"Ssssttttt....Jangan berisik," kata Badu memperingatkan.

Sontak kita diam, ngikutin perkataan Badu. 

"Pasti ada sesuatu yang penting disampein," pikir ane.

Tiba-tiba terdengar suara aneh. 

"Tuuuut…." 

Ane, Septi, dan Ketty langsung saling pandang. Seakan-akan sudah berjanjian, kemudian kami melihat Badu. 

1 detik... hening
2 detik... hening
3 detik... hening

"Hahahahahaha," Kita berempat langsung ketawa cekakakan sambil menjauh dari tangga.

"Badu!!" teriak ane, Septi, dan Ketty.

Sebenernya sih agak bingung juga di saat itu. Mau marah tapi lucu. Mau ketawa tapi bikin kesel. Huft, situasi yang membingungkan.

"Badu! Ngapain sih ngelakuin itu. Bau tau!" teriak ane.

"Lu semua nggak akan bisa ketawa selega dan selepas ini kalo lu semua nggak punya temen kayak gue," kata Badu sambil ketawa.

"Iya sih tapi…"
 
Badu cuma bisa ketawa ngeliat ekspresi wajah ane, Septi, dan Ketty. Ternyata, eh ternyata, Linda yang berdiri di seberang tangga yang jaraknya sekitar 2 meteran dari TKP, denger suara kentutnya Badu. Kebayang kan gimana kerasnya suara menjijikan itu.

"Untung gue nggak ikut duduk di tangga bareng kalian," ucap Linda bersyukur.

Butuh waktu yang nggak sebentar bagi kita berlima buat ngeberentiin ketawa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman & Pengamatan Pribadi di Acara Prambanan Jazz Festival 2017

Sebenarnya, sama sekali enggak kepikiran untuk hadir di acara Prambanan Jazz Festival 2017. Yang dipikirin saat itu cuma, “mau pulang kampung”. Nah, di sini nih peran spontanitas Mei. Beberapa minggu sebelumnya, Mei asal ngomong ke Hesti Sensei, “Sensei, kayaknya kita harus nonton konser bareng, deh”. Hesti sensei pun setuju. Mei pun enggak terlalu menganggap itu serius. Biarkan aja berjalan. Ndilalah, Mei liat e-flayer acara Prambanan Jazz Festival dengan Special Show dari Shane! Mei coba tanya Hesti Sensei. Ternyata, dia amat-sangat-setuju-banget (pemborosan kata, nih) karena dia penggemar Westlife! (Ket: Shane mantan anggota boyband tahun 90-an, Westlife). Berawal dari pengalaman dan pengamatan Mei itulah, Mei memberanikan diri buat nulis ini. Ingat ya, karena ini hanya berdasarkan Mei, jadi tulisan ini bersifat subjektif. 1. Tiket Tiket bisa dibeli online di situs resmi Prambanan Jazz Festival, https://tiketapasaja.co/. Sedangkan kalau kalian mau cari informasi lebih...

Jadi Rela-wati (Bagian 1)

Jadi rela-wati Pernah enggak sih, kalian merasa stuck sama hidup kalian? Gitu-gitu aja. Monoton. Segalanya berjalan lancar. Sampai enggak tau maunya apa, bingung harus bagaimana dan  ke mana? Mei pernah. Apa yang Mei lakuin? Diam. Istirahat. Sambil lihat ke belakang. Sambil menunggu sesuatu. Entah ide, entah angin, entah semut, apa pun itu. Cukup lama Mei seperti itu. Dan akhirnya, Mei mau melakukan sesuatu yang belum pernah Mei lakuin. Menjadi rela-wati. Kenapa bukan relawan? Karena biar sesuai nama Mei yang ada "wati"nya. Hihihihi. Kegiatan relawan yang pertama kali Mei ikuti adalah kegiatan donor rambut yang dilakuin Yayasan Pita Kuning. Waktu itu lagi iseng aja scroll home Facebook, lihat video anak-anak donor rambut untuk para penderita kanker anak, yang terjadi di Amerika. Trus berpikiran, "di Indonesia ada enggak ya?" . Cari tahu. Dapat. Ah, jadi inget kata-katanya Eyang Paulo, "when you want something, all the universe conspi...

Lulusan Apa?

Seperti biasa, saat enggak ada dosen, kita sekelas pasti bercanda. Enggak tau kenapa, tau-tau kita ngomongin tentang lulusan orang tua. Evan : Ibu gue mah cuma lulusan SMP. Rizky : Lah...lu mah masih mending, van. Noh ibunya Golink (Golink : pentolan di kelas. maklumlah dia pernah tawuran) lulusan pesantren. Evan : Pesantren? lu tau dari mana ky? Rizky : Iye. Lu nggak tau?? Ibunya Golink lulusan pesantren. Pesantren kilat. Tiga hari aja udah selesai dapet sertifikat. Aduh, secara spontan, anak-anak lain yang mendengar percakapan itu langsung tertawa terbahak-bahak.