Guru-guru sedang rapat. Termasuk Babe sang guru kewarganegaraan. Entah apa yang mereka bahas dalam rapat tersebut. Hal yang ane tau pasti yaitu mereka pasti memutuskan hal yang terbaik buat para anak didiknya.
Setelah rapat
selesai, Babe ke kantor guru sambil membawa makanan yang didapet dari rapat. Hal yang biasa kan kalau rapat pasti ada konsumsi? :D
Septi
adalah anggota geng UP yang pertama kali ngeliat Babe bawa makanan.
"Eh, babe bawa apa tuh? Makanan ya be?" tanya Septi yang tiba-tiba muncul dihadapan Babe.
"Ikutin ah…" kata Ketty sambil jalan.
Bagaikan barisan bebek, anak bebek mengikuti induknya, begitu juga kita. Babe diikuti oleh Septi, Kety, Linda dan ane menuju kantor. Setelah sampai di kantor, kita ngeliat makanan yang dibawa Babe. Sebuah kotak makan yang berisi dua ayam goreng, satu cup nasi, sama satu botol minum.
"Ini neng, babe nggak suka,"
"Ya elah, be…makanan enak gini nggak doyan," kata Linda meremehkan.
"Babe mah doyannya makanan Prancis," bela Babe.
"Gni nih kalo punya lidah orang susah," kata Linda.
"Ya elah, neng. Situ yang lidahnya orang susah. Dapet ayam goreng aja udah seneng banget,"
"Rejeki, be," ucap Ketty singkat.
Ditengah-tengah kita makan makanan hasil ngerampok. Ups! Makan makanan hasil maksa, si Babe pun ngomong.
"Si emak makan yang banyak nih biar cepet gede,"
"Udah gede nih, be," kata ane sambil cemberut.
"Ya elah, neng. Segitu gede??" kata Babe sambil nunjukin tangan ane yang kurus. "Ketty sama icunt tuh gede. Lah elu berdua gede dari mananya?" lanjut Babe sambil nunjuk ane dan Linda.
"Linda mah gede betisnya, be," kata Ketty tanpa basa-basi.
"Udah! Jangan buka aib gue. Nurunin pasaran gue aja!" kata Linda sambil marah.
"Udah lah, nda. Gede mah gede aja," Septi menambahkan, membantu Ketty ngeledek Linda.
"Kok malah jadi ngecengin gue sih!? Perasaan tadi ngecengin mei deh!"
"Emang segede apa sih, neng?" tanya Babe penasaran.
"Tales bogor, be. Yang gede-gede itu," kata Ketty dengan wajah tanpa dosa.
"Udah kasian ntar nangis,"
"Lagi lu pada sih! Gue udah eksis," gerutu Linda
Kita semua pada ketawa ngakak, menertawakan betis Linda yang gede. Ups! Hanya satu orang aja yang nggak ketawa, Linda.
Tidak lama, makanan pun habis.
"Be, kalo ada makanan lagi bagi-bagi kita ya?" kata Septi sambil pasang senyum gigi kuda.
"Iya, neng,"
"Ikutin ah…" kata Ketty sambil jalan.
Bagaikan barisan bebek, anak bebek mengikuti induknya, begitu juga kita. Babe diikuti oleh Septi, Kety, Linda dan ane menuju kantor. Setelah sampai di kantor, kita ngeliat makanan yang dibawa Babe. Sebuah kotak makan yang berisi dua ayam goreng, satu cup nasi, sama satu botol minum.
"Ini neng, babe nggak suka,"
"Ya elah, be…makanan enak gini nggak doyan," kata Linda meremehkan.
"Babe mah doyannya makanan Prancis," bela Babe.
"Gni nih kalo punya lidah orang susah," kata Linda.
"Ya elah, neng. Situ yang lidahnya orang susah. Dapet ayam goreng aja udah seneng banget,"
"Rejeki, be," ucap Ketty singkat.
Ditengah-tengah kita makan makanan hasil ngerampok. Ups! Makan makanan hasil maksa, si Babe pun ngomong.
"Si emak makan yang banyak nih biar cepet gede,"
"Udah gede nih, be," kata ane sambil cemberut.
"Ya elah, neng. Segitu gede??" kata Babe sambil nunjukin tangan ane yang kurus. "Ketty sama icunt tuh gede. Lah elu berdua gede dari mananya?" lanjut Babe sambil nunjuk ane dan Linda.
"Linda mah gede betisnya, be," kata Ketty tanpa basa-basi.
"Udah! Jangan buka aib gue. Nurunin pasaran gue aja!" kata Linda sambil marah.
"Udah lah, nda. Gede mah gede aja," Septi menambahkan, membantu Ketty ngeledek Linda.
"Kok malah jadi ngecengin gue sih!? Perasaan tadi ngecengin mei deh!"
"Emang segede apa sih, neng?" tanya Babe penasaran.
"Tales bogor, be. Yang gede-gede itu," kata Ketty dengan wajah tanpa dosa.
"Udah kasian ntar nangis,"
"Lagi lu pada sih! Gue udah eksis," gerutu Linda
Kita semua pada ketawa ngakak, menertawakan betis Linda yang gede. Ups! Hanya satu orang aja yang nggak ketawa, Linda.
Tidak lama, makanan pun habis.
"Be, kalo ada makanan lagi bagi-bagi kita ya?" kata Septi sambil pasang senyum gigi kuda.
"Iya, neng,"
Komentar