Langsung ke konten utama

Masa Depan?

Siang hari saat nggak ada guru yang ngajar a.k.a jam pelajaran kosong, anak-anak sekelas menikmati angin yang berhembus di kelas ane, di lantai tiga setengah. Ane sebut tiga setengah setengah soalnya cuma ada lima anak tangga di lantai 3. 

Sebenernya di sekolah ane ada dua gedung. Gedung SMK sama gedung SMP. Gedung SMK ada tiga lantai, gedung SMP ada empat lantai. Tapi lantai yang keempat gedung SMP itu buat SMK.

Ane lagi menikmati angin sepoi-sepoi di teras kelas. Tiba-tiba temen ane yang namanya Nur, nyamperin ane.

"Mei, kalo udah lulus lu mau kemana?"

"Yang pasti sih, mei kuliah nur. Tapi nggak tau dimana. Emangnya nur sendiri mau kemana?"

"Gue mah mau kerja di pt itu aja," kata Nur sambil nunjuk gudang minimarket yang ada di deket sekolah ane.

"Emang kenapa mau kerja di sana?"

"Ih, mei kan di sana karyawan cowonya cakep-cakep,"

"Oh, gitu ya nur..." jawab ane datar.

"I...ye..."

Tiba-tiba temen ane dateng trus langsung nyamber kayak api ketemu bensin.

"Ih, fitrah mah kalo udah lulus mau kawin," kata Fitrah dengan wajah tanpa dosa.

"Fit..fit ada-ada aja,"

"Emang ada yang mau kawin sama lu fit?" tanya Idin yang tiba-tiba dateng.

"Ada lah… Kucing juga mau sama gue," kata Fitrah dengan mata yang melotot.

"Tanya ketty gih! Dia mau nggak nikah sama lu?"

"Ketty kan cewe din… Nggak mau lah dia,"

"Lah lu tau. Ketty aja nggak mau. Berarti kucing laen juga nggak mau,"

"Ah, lu mah din. Gue jadi nggak laku nih ceritanya," kata Fitrah sambil ngambek.

Ane, Nur, dan Idin cuma bisa ketawa ngeliat ekspresi si Fitrah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman & Pengamatan Pribadi di Acara Prambanan Jazz Festival 2017

Sebenarnya, sama sekali enggak kepikiran untuk hadir di acara Prambanan Jazz Festival 2017. Yang dipikirin saat itu cuma, “mau pulang kampung”. Nah, di sini nih peran spontanitas Mei. Beberapa minggu sebelumnya, Mei asal ngomong ke Hesti Sensei, “Sensei, kayaknya kita harus nonton konser bareng, deh”. Hesti sensei pun setuju. Mei pun enggak terlalu menganggap itu serius. Biarkan aja berjalan. Ndilalah, Mei liat e-flayer acara Prambanan Jazz Festival dengan Special Show dari Shane! Mei coba tanya Hesti Sensei. Ternyata, dia amat-sangat-setuju-banget (pemborosan kata, nih) karena dia penggemar Westlife! (Ket: Shane mantan anggota boyband tahun 90-an, Westlife). Berawal dari pengalaman dan pengamatan Mei itulah, Mei memberanikan diri buat nulis ini. Ingat ya, karena ini hanya berdasarkan Mei, jadi tulisan ini bersifat subjektif. 1. Tiket Tiket bisa dibeli online di situs resmi Prambanan Jazz Festival, https://tiketapasaja.co/. Sedangkan kalau kalian mau cari informasi lebih...

Jadi Rela-wati (Bagian 1)

Jadi rela-wati Pernah enggak sih, kalian merasa stuck sama hidup kalian? Gitu-gitu aja. Monoton. Segalanya berjalan lancar. Sampai enggak tau maunya apa, bingung harus bagaimana dan  ke mana? Mei pernah. Apa yang Mei lakuin? Diam. Istirahat. Sambil lihat ke belakang. Sambil menunggu sesuatu. Entah ide, entah angin, entah semut, apa pun itu. Cukup lama Mei seperti itu. Dan akhirnya, Mei mau melakukan sesuatu yang belum pernah Mei lakuin. Menjadi rela-wati. Kenapa bukan relawan? Karena biar sesuai nama Mei yang ada "wati"nya. Hihihihi. Kegiatan relawan yang pertama kali Mei ikuti adalah kegiatan donor rambut yang dilakuin Yayasan Pita Kuning. Waktu itu lagi iseng aja scroll home Facebook, lihat video anak-anak donor rambut untuk para penderita kanker anak, yang terjadi di Amerika. Trus berpikiran, "di Indonesia ada enggak ya?" . Cari tahu. Dapat. Ah, jadi inget kata-katanya Eyang Paulo, "when you want something, all the universe conspi...

Lulusan Apa?

Seperti biasa, saat enggak ada dosen, kita sekelas pasti bercanda. Enggak tau kenapa, tau-tau kita ngomongin tentang lulusan orang tua. Evan : Ibu gue mah cuma lulusan SMP. Rizky : Lah...lu mah masih mending, van. Noh ibunya Golink (Golink : pentolan di kelas. maklumlah dia pernah tawuran) lulusan pesantren. Evan : Pesantren? lu tau dari mana ky? Rizky : Iye. Lu nggak tau?? Ibunya Golink lulusan pesantren. Pesantren kilat. Tiga hari aja udah selesai dapet sertifikat. Aduh, secara spontan, anak-anak lain yang mendengar percakapan itu langsung tertawa terbahak-bahak.